31. Bagaimana denganmu? Pov Dewa Inaya Chairani.. Teman semasa kecil, sahabat, dan cinta pertamaku. Aku kelas satu SMP sewaktu bertemu dengannya pertama kali, ia baru kelas 5 SD. Papa dipindahkan ke Jakarta, memimpin kantor pusat yang di Jakarta. Kami tinggal persis disamping rumah Inaya. Komplek kami termasuk komplek yang tertutup, tetangga kami lebih banyak yang berdiam di dalam rumah dari pada main keluar. Sangat berbeda dengan daerah asalku di Manado, disana ketika sore hari banyak anak-anak yang seumuranku main di luar rumah, kami berlarian bersama, main bola, mandi hujan jika hari hujan, seluncuran di bukit samping perumahan kami. Sampai di Jakarta, aku kehilangan semuanya. Satu-satunya anak yang aku kenal adalah anak perempuan yang disamping rumahku, namanya Inaya

