66. Intan Senyum puas menghias wajah Sisil saat melihat mobil Fadhil memasuki area kafe. Sangat mudah baginya membuat Fadhil menuruti semua keinginannya. Sisil langsung menggandeng tangan Fadhil ketika Fadhil sudah berada di pintu masuk kafe. “Aku tau kamu akan datang, Dhil.” ujarnya sambil bergelayut manja di lengan Fadhil. Ia lalu menuntun Fadhil ke meja yang telah ia pesan sebelumnya. Fadhil tidak berkutik, ia bagai sudah terpengaruh dibawah perintah yang Sisil berikan. Diminta apapun sama perempuan itu terpaksa ia lakukan. “Memangnya hari ini suami kamu ke sini lagi?” tanya Fadhil. “Hmmm ....” “Sil, apa kamu sudah berbicara sama dia? Apa kamu sudah menyampaikan keinginanmu sama dia?” “Sudah,” jawab Sisil dengan wajah sedikit berubah. “Tapi ia tidak mau menceraikan aku.” “A

