Kerja Lagi

1334 Words

62. Kerja Lagi   “Iya … iya … aku salah. Kamu tidak cemburu!” cicit Fadhil. Inaya kembali merebahkan tubuhnya ke Kasur, ia kembali tidur membelakangi suaminya. Fadhil mendekat dan memeluk Inaya dari belakang. “Kamu tidak cemburu, hanya saja kamu tidak terima. Iya kan, Nay?” bisiknya usil. Plak! Satu tamparan kecil mendarat di lengan Fadhil. Bukannya mundur, Fadhil malah mengeratkan pelukannya. Kepalanya ia benamkan ke tengkuk Inaya. “I love you, Nay! I love you so much.” ucap Fadhil setengah berbisik. Bulu kuduk Inaya meremang, Fadhil mengucapkan kata-kata tersebut persis di tengkuknya. Hembusan nafas Fadhil menambah kesyahduan dari kata keramat tersebut. Untung saja Inaya membelakangi suaminya. Jika posisi mereka saling berhadapan bisa dipastikan Fadhil akan melihat wajah Inaya ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD