64. Menolak Permohonan Sisil “Dhil, sudah makan siang, belum?” Sisil masuk kedalam ruangan Fadhil, sebelumnya ia melihat Mira yang pergi bersama temannya untuk beristirahat. “Belum. kamu ke sini lagi, Sil?” jawab Fadhil sambil bertanya. “Aku udah bawakan makan siang, kita makan yuk!” ajaknya sambil membuka dua kemasan makanan yang ia bawa dari kantin tadi. “Sil, lain kali gak usah repot mengantarkan makan siang. Aku bisa pesan sendiri dari kantin.” ujar Fadhil. “Sesekali jangan menolak aku lah, Dhil. kamu gak menghargai usahaku.” cetus Sisil. “Aku jauh-jauh datang kesini, karena ingin makan sama kamu. Masa kamu masih menolak.” lanjutnya. Fadhil menarik nafasnya, karena tidak ingin berdebat dengan Sisil ia akhirnya menerima kotak makan yang di sodorkan teman lamanya itu. Jam istir

