Bab. 10 - Anger and Regret

2481 Words

Kay menggebrak satu tangan ke meja. Ia tak bisa melakukan dengan tangan lain, yang perbannya baru kemarin boleh dibuka. Alih-alih mengambil gelas berisi anggur merah dan membantingnya sembarangan. Terdengar pecahan kaca menyusul suara gebrakan meja begitu keras. Dua orang berdiri kikuk di seberang meja. Menunduk takut tak berani menatap atasan mereka. Salah seorang lengan dan kakinya terluka, terlihat jelas karena masih ada gips terpasang. Seorang lagi masih sedikit beruntung, hanya wajahnya yang memar kebiruan di pipi, dahi dan dagu. "b******k!" teriaknya mengepal tangan. Wajah aristokrat Kay berubah bak serigala lapar. Mata birunya mulai diliputi api kemerehan penuh amarah. Ia kesal kehilangan Jasmine. Lebih kesal lagi mendengar pembatalan, rencana tanda tangan kontrak secara sepiha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD