Sepatu flat marun Jasmine beradu di atas lantai marmer sebuah tempat. Ia baru saja ke luar dari lift. Menapaki tiap sudut lorong dengan beberapa pintu tertutup rapat. Sampai di ujung, ia berhenti sebentar. Tepat di depan pintu yang warnanya berbeda, di antara lainnya. Satu-satunya pintu yang tidak transparan terbuat dari kaca. Tirai geser di dalam sana tersingkap utuh. Sehingga dengan mudah mengekspose sosok yang berdiri memunggungi pintu, dengan ponsel menempel di telinga. Agaknya pria itu sedang serius bicara di telepon dengan orang lain. Jasmine ragu untuk masuk, ia hanya berani mengintip sekilas. "Nona, silahkan masuk." Rick yang sejak tadi membuntutinya, sudah bisa membaca gerak gerik Jasmine yang tegang. Ia membukakan pintu dan mempersilahkan Jasmine masuk. Kemudian Rick berlal

