Bab. 12 - About You in The Past

3092 Words

Pria itu tepekur seorang diri di dalam kamar 107. Sebuah ruangan yang sangat sederhana dan biasa saja untuk seorang sekelas dia. Seluruh wajahnya hampir utuh terbalut perban putih. Hanya menyisahkan ventilasi pada rongga hidungnya untuk bernapas. Serta celah untuk dua matanya. Ia duduk lesu menyandar bantal, satu tangan menyentuh buku tebal tentang bisnis. Matanya memang tertuju pada lembaran kertas. Namun sebenarnya hanya ada kekosongan mengisi retina kelabu itu. Ia mulai mengalami kebosanan di ambang batas. Kemarahannya baru saja akan meledak, ketika tangannya meremas buku kuat dan ingin melemparnya ke lantai. Ia ingat apa yang terjadi dengan ibunya sepekan lalu. Ia kehilangan sang ibu untuk selamanya. Di saat ia paling butuh dukungan sempurna, dari wanita yang melahirkannya dan melimp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD