Part 35

1440 Words

Tidak ada kata yang pantas kuucapkan untuk perpisahan ini, karena perpisahan ini terlalu manis untukku. *** Naufal tersenyum sepanjang jalan, ditangannya membawa sebuah rangkaian bunga rose pink kesukaan istrinya. Ingin memberikan sedikit kejutan atas kepulangannya, karena kesibukan dirinya yang menjalankan bisnis ke LA beberapa hari membuat ia tidak bisa melihat secara langsung bagaimana perkembangan kesembuhan istrinya itu. Terakhir mereka jumpa lima hari yang lalu. Sungguh dirinya merindukan Aiza. Naufal berjalan santai memasuki rumah sakit. Bahkan ia tidak peduli, para pegawai wanita di rumah sakit ini histeris saat melihat senyumnya. Di pikirannya hanya istri tercinta. Naufal terkekeh geli dalam hati ketika mengingat kenangannya yang menurutnya lucu, saat itu mereka di bandara, ist

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD