pagi hari
"Bangun Layla,,ayo kita solat subuh,,,nanti keburu siang lho"
suara wanita paruh baya dengan lembut penuh kasih sayang selalu terdengar setiap pagi untuk mengawali hari,,,
Dengan malas dan kantuk yang tersisa Layla mengerjapkan kedua matanya,,
"oammm,,,"
" udah subuh ya Bu?"
" iya sayang,,,ayo kita berjamaah solat subuh di mushola,,km bersih bersih sekalian wudhu ke kamar mandi gih,,ibu mau bangunin dulu azam "
" iya Bu,,,tapi jgn di tinggalin ya,,kita berangkat ke mushola bareng"
" iya sayang,,,km tuh yah mushola di depan rumah juga maunya bareng terus,,ya udah sana mandi"
" siap"
Dengan riang Layla melangkahkan kakinya ke kamar mandi,walaupun dingin tapi Layla tetap semangat,,,
ibu hanya tersenyum melihat tingkah anak gadisnya yg berusia tujuh tahun itu,,,Layla manja tapi juga periang,,,
" semoga kamu selalu bahagia ya nak"
setelah memastikan Layla masuk ke kamar mandi,ibu bergegas ke kamar Azam,,,
" Azam sayang,,, ayo bangun nak,,,kita solat subuh di mushola" kata ibu sambil mengusap pelan kepala Azam,,,
merasa ada tangan yang mengusap lembut kepalanya Azam pun terbangun
"ibu,,,"
" masih pagi Bu,,dingin,,,"
melihat Azam merajuk ibu pun dengan sabar menasehati nya
"iya sayang,,ibu tau ini masih pagi dan juga dingin,,tapi itu bagus lho buat tulang tulang kamu biar kuat,,lagi pula kita kan harus solat subuh sayang,,,"
"tapi ga mau mandi pake air dingin ya"
"ya sudah ibu masakin dulu air panas buat kamu mandi ya"
" ayo kamu nya bangun"
" asikkk,,,terima kasih Bu"
ibu pun melangkah pergi ke dapur untuk menyiapkan permintaan Azam,,,
Layla yang kebetulan keluar dari kamar mandi pun bertanya,,,
"masak apa Bu?"
"ini mau masak air panas buat adik kamu mandi"
"ih manja,,,"
ibu tersenyum melihat anak gadisnya,,,
"ya udah kamu pake baju dulu biar ga kedinginan,,,"
tanpa menyahut Layla pun pergi ke kamar,tapi dia sempat melirik ke kamar Azam dan melihat Azam masih bergelung dengan selimut,,,
tiba" muncul ide jahil Layla
"woooyyyy bangunnn"
seru Layla sambil menggedor gedor pintu,,,
mendengar itu Azam pun langsung terduduk,,kaget bukan kepalang,,dia celingukan,,mata nya tertuju ke arah pintu,,,dia melihat kakaknya sedang cekikikan geli,,,melihat itu Azam pun melemparkan bantal nya berharap mengenai kakaknya yang jahil tapi sayang Layla keburu berlari ke kamarnya sambil memeletkan lidahnya,,,
" awas Lo ya"
"eehhh knp sie pagi pagi udah ribut aja,,ini kenapa bantalnya di lempar lempar,,,
tiba" ibu muncul di pintu dan membawa bantal yang di lempar Azam ternyata yang kena lempar ibu,,,
Azam nyengir sambil garuk-garuk" kepala,,,
" maaf Bu"
" ya sudah,,gih sana mandi,,nanti airnya keburu dingin"
" siapppp Bu"
Azam pun meraih handuk dan pergi melangkah ke kamar mandi,,,
Setelah semuanya siap mereka berangkat ke mushola yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka,,,
ibu dan Layla berdiri di saf belakang dan Azam disaf depan bersama bapak bapak yang lain,,,
mereka menjalankan kewajiban mereka kepada sang khalik dengan khusyu,,, setelah nya mereka pun kembali ke rumah untuk sarapan ,,,