“Mon…” “Uhm?” Moni menjawab sambil asyik mengetik saat perjalanan pulang, selagi Clef mengemudi. Pria itu melirik sekilas. “Sebenarnya… malam api unggun itu…” Ia membasahi bibir bawahnya sejenak. “Gue bercandaan doang tau, tapi…” “Tau.” “Hah?” Clef tersentak. Tapi ia berusaha untuk tetap fokus berkendara. Moni pun juga tidak memandangi lawan bicaranya. Ia hanya berkutat pada ponsel sambil tersenyum-senyum menanggapi pesan singkat. “Mon!” gertak Clef. “Apa, sih?!” Perempuan itu baru menatapnya walau dengan tatapan penuh penekanan. “Lo pasti chat-an sama Bang Cakka.” “Iya, emang kenapa?” Moni menantang. “Gue lagi ngajakin lo ngomong.” “Gue dengerin.” Moni memberikan penekanan sambil menunjuk telinganya. “Iya, nggak usah nge-gas.” Clef heran. “Lo tau kalau gue bercanda waktu itu?

