16. Reminisce

1311 Words

“Buset, dah!” celetuk Clef saat mendapati Bram tertidur pulas di Kasur kecilnya, sementara ruangan mungil itu dipenuhi dengan bungkus ciki yang belum dibuang. Ada pula kotak ayam cepat saji, bahkan belum habis dan juga nasi goreng bungkus yang juga masih ada. Betapa frustrasinya Clef melihat ruangan istirahatnya itu justru dihancurkan oleh Bram. Apalagi Clef adalah pria pecinta kebersihan. Clef masih mematung, menatap kekacauan itu sambil berusaha meredam banyak hal. Setelah Bram mendatanginya, ia mempersilakannya untuk istirahat di ruang istirahatnya yang berada di lantai tiga kantor. Toh, Bram juga baru saja landing dan dia mungkin akan segera bekerja lagi dalam beberapa hari ke depan. “S!alan, lo!” Clef melempari Bram yang tengah tertidur pulas dengan bantal bertubi-tubi sehingga pri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD