Tidak terasa kuliah Senja sudah masuk ke semester akhir, yang artinya akan ada pembuatan skripsi. Keseharian Senja jadi penghuni perpustakaan untuk mengerjakan skripsi dan mencari referensi buat skripsinya. Seperti hari ini, Senja sudah janjian dengan Resti di perpustakaan untuk mengerjakan skripsi bareng.
"Assalamualaikum, maaf aku telat, tadi aku nganter dulu mama ke tempat kerjanya"
"Waalaikumsalam, gapapa juga Res. Aku aja nyantai saja. Kamu jadwal bimbingan skripsi kapan?" tanya Senja.
"Aku lusa sudah janjian dengan Bu Lina buat bimbingan" ujar Resti.
"Aku juga lusa bimbingan sama Pak Ricky" balas Senja
"Enak banget kamu bimbingan sama Pak Ricky, bisa sekalian cuci mata, hehhhe..."
"Cuci mata apaan muka kaya triplek gitu, dataaaaar banget. Jadi aku bingung ngadepinnya juga. Bicaranya irit banget" keluh Senja mukanya sampai ditekuk.
Resti sambil ngelus punggung Senja sambil tersenyum "yang sabar ya nduk... Jangan terlalu benci ntar jadi cinta loh.."
"Cinta apaan? siapa yang mau sama dia muka kaya triplek gitu"
"Yang penting ganteng, tsaaayyyyy.... hahahaha"
" Hus.. kamu ketawa Jangan kenceng-kenceng Kaya di terminal saja. Tuh lipatan semuanya ngeliatin sama kita" protes Senja.
Yang hanya dibalas cengiran oleh Resti.
"Udah ah.. kamu bercanda Mulu, kapan beresnya? Kamu dah bimbingan bab berapa? Aku udah bab dua tapi harus Dan yang di revisi lagi"
"Aku juga sama bab dua, mudah-mudahan sekarang bisa di ACC yaa.."
"Aamiin.."
"Ja, beres dari perpustakaan kamu mau kemana?" tanya Resti sama Senja. Sebelum menjawab Senja menoleh dulu ke Resti yang sedang asyik dengan laptopnya. Aku mau ke mini market dekat kosan setelah itu pulang ke kosan.
"Kita ke kafe dekat kampus dulu yuk sambil makan siang. Kita dah lama gak nongkrong bareng semenjak sibuk skripsi" Ajak Resti.
"Ayok.. tapi jangan lama-lama ya nongkrongnya. soalnya masih ada yang harus aku kerjakan" jawab Senja
"Oke deh kawan...yang cantik dan Sholehah" ujar Resti sambil tersenyum.
"Kalau ada maunya aja muji-muji" balas Senja sambil geleng-geleng kepala.