Setelah mereka sampai di cafe, mereka langsung memilih tempat duduk di pinggir supaya bisa sambil melihat keluar kafe. Setelah mereka duduk, mereka lihat keluar ada sebuah mobil yang berhenti di parkiran dan pemilik mobilnya keluar diikuti dengan penumpang disampingnya. Kegiatan mereka tidak lepas dari pandangan Resti dan Senja.
"Ja, itu Pak Ricky sama siapa? Apakah sama pacarnya atau istrinya? setahu aku dari gosip yang beredar Pak Ricky tidak pernah punya pacar. Terus.. itu cewe siapa yaa.. masa sodaranya nempel banget gitu? "kata Resti sambil ngetuk-ngetuk meja pake jarinya.
Senja mengendikkan bahunya gak peduli "Mana saya tau?"
"Iihh... kamu mah.. jujur aku penasaran banget siapa tuh cewe yang sudah menarik hati Pak Ricky yang datarnya kaya triplek"
"Emang gue pikirin" cebik Senja walau dalam hatinya sama penasarannya. Gak tau ada perasaan apa dihatinya, kok melihat Pak Ricky sama perempuan lain rasanya menyakitkan sekali yaa...
"Ja, kok ngelamun sih diajak bicara juga?"
"Eehhh.. gak ngelamun kok. Aku juga sama herannya saja, soalnya baru pertama ketemu Pak Ricky dengan perempuan"seloroh Senja.
"Udah ah ko bahas orang lain sih, kan kita kesini mau makan bukan mau bergosip, aku juga gak bisa lama soalnya masih ada keperluan masih ada yang harus di beli"
"Iya... iya.. kamu mau persen apa?" tanya Resti.
"Aku seperti biasa aja deh..."
"Oke."
Setelah pesanan mereka datang, mereka langsung menyantap makanan yang mereka pesan dengan keheningan. Walau tak dipungkiri keberadaan Pak Ricky menganggu penglihatan Senja. Mata Senja sebentar-sebentar melirik keberadaan Pak Ricky beserta teman wanitanya.
'Mereka akrab banget yaa,. siapa sih wanita itu? ih kenapa aku jadi kepo gini ya' gumam Senja.