Dia, pria tampan yang aku cintai. Berstatus suami karena penipuan dan perdagangan anak gadis, oleh seorang Ayah yang ingin dapat uang mahar untuk biaya masjid, Presdir Finansial Grup, Ravinio Surya Diningrat. Menggenggam erat tangan tanganku. Keringat bercucuran dari pelipis dan kemeja putihnya. Padahal, beberapa bulan lalu dia adalah orang yang paling aku benci. Ia dengan tega merampas hak orang lain, menyingkirkan orang dengan mudah dan bertindak semena-mena. Termasuk membuatku kena DO dari kampus. Sekarang, dia seperti duniaku. Aku percaya bahwa Tuhan maha membolak-balikkan hati. Kebencian berubah menjadi kebucinan. Aku sangat menyayangi dia. "Kenapa sih harus jalan kaki desak-desakan sama orang-orang miskin ini!" Keluhnya. Orang-orang di sekitar langsung menoleh ke arah kami, d

