Cincin permata berkilau cantik, berwarna biru berkilau. Elegan dengan desain dari Paris. Ravin menutup kotak permata itu dan menaruhnya di kantung celana. Ramai lalang orang memenuhi arena candi Borobudur, hijaunya rumput menjadi pemandangan kanan dan kiri. Langit biru dengan gumpalan awan putih, angin bertiup ringan menerbangkan helaian hijab Rimay. Gadis yang tengah menunggunya itu memandang megahnya candi setinggi kurang lebih 35 meter. Topi putih bundar menjadi penghalang silaunya mentari, dia memegangnya supaya tidak terbang tertiup angin. Ravin terdiam melihat punggung Rimay, hanyut ke dalam pikirannya sendiri. Dulu dia pikir tak akan pernah jatuh cinta, dari dulu tidak ada gadis yang mampu mencuri perhatiannya. Pertemuan pertama dengan Rimay terulang kembali di ingatan, gadi

