Lorong sekolah dipenuhi orang-orang memakai baju olah raga berwarna biru dengan corak merah di pinggir. Suara gaduh terdengar dari dalam kelas, beberapa gadis mengintip keluar dari balik kaca jendela. Tepat ke Okis yang menyandarkan punggungnya ke tembok, di depan ruang OSIS. Mungkin, efek dari jarangnya Okis terlihat di sekolah. Orang-orang menjadi penasaran dengan pewaris ke dua tahta Finansial Group tersebut. Selama sebulan penuh Okis berangkat ke sekolah, rajin mengikuti semua mata pelajaran hingga ujian akhir semester. Bahkan, saat ini pun yang hanya classmeeting dia mau datang. Dengan kertas di tangan kiri, Okis tak memedulikan pandangan orang lain. Dia menunggu Ran dengan sabar sembari melihat video di ponselnya. Tak ada yang berani mendekat atau menegur. Semua memilih menghind

