Ravin berjalan di lorong rumah sakit, ia mendatangi Valerie yang baru saja melahirkan. Anak yang tidak dia inginkan itu telah hadir ke dunia. Anak yang seharusnya ada dengan bayi tabung, bukan dengan dia mengkhianati kepercayaan Rimay. Ravin masih menyesal karena dia tidak bisa melawan, ia sengaja mabuk demi bisa menggauli istrinya. Dia harus cepat punya keturunan di saat Valerie menolak bayi tabung. Demi keamanan kedudukan dan demi Pram supaya tidak curiga. Pada dasarnya anak ini tidak bersalah, hanya saja dia hadir di saat kondisi seperti ini. "Kau masih ingat punya anak?" sindir Valerie ketika Ravin menutup pintu. Mata mereka bertatapan dingin, tak ada nuansa bahagia sebagai suami istri. Mereka seperti orang asing. "Aku tidak ingin bertengkar," jawab Ravin. Ia mendesah. Mengingat

