Belajar

1664 Words

Langit tepat di atas kepala ketika ia melihat Verel bermain di teras samping dekat dengan kolam renang, ia pikir bocah berusia satu tahun itu akan menangis lama ketika ditinggal Valerie, ternyata tidak. Dia lebih dekat dengan pengasuhnya ketimbang ibu yang menyusui. Ravin masih tidak bisa membayangkan bagaimana Verel tumbuh nanti, mungkin sama sepertinya yang dingin dan tak tahu kasih sayang. Walaupun Verel terlahir dari wanita yang tidak dia cintai, tetapi bocah itu tetap darah dagingnya. Ia ingin Verel tumbuh dengan baik dan memiliki kasih sayang. "Verel," panggil Ravin. Bocah kecil itu menoleh, dia sudah bisa berjalan menuju ayahnya. Wajahnya tersenyum ketika melihat Ravin, ia berdiri. "Pa pa." Kaki kecilnya tertatih ketika menghampiri Ravin dan menunjukkan mainan, wajahnya bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD