Malam semakin larut dan langit semakin gelap, saat ini Reya masih berada di tengah hutan. Reya sangat takut sendirian, ia menangis sambil terus berjalan entah kemana mengikuti langkah kaki kecilnya.
"Ayah, Ibu, Reya takut," guman Reya menangis.
Memanggil nama ayah dan ibunya, Reya kecil tidak tahu harus kemana dan tidak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa menangis. Sampai akhirnya Reya melihat sebuah cahaya lampu bersinar dari jauh yang berasal sebuah gubuk di hutan.
Reya segera berjalan kesana untuk meminta bantuan, tetapi karena keadaan jalan yang gelap membuat Reya sering terjatuh tersandung akar-akar pohon, dan Rumput liar sampai kakinya terluka.
Reya tidak memperdulikan kakinya yang terluka, ia harus bisa ke gubuk itu secepatnya. Reya mulai mendengar suara lolongan Serigala dan juga binatang buas lainnya yang membuat Reya semakin takut.
Reya lalu berlari sampai akhirnya ia berhasil tiba di gubuk itu, Reya memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu gubuk itu.
"Tok,tok,tok!"
"Permisi ada orang di dalam!" teriak Reya.
Tidak lama kemudian keluarlah seorang Kakek tua, Kakek tua itu terkejut saat melihat Reya.
"Kau siapa Nak? Kenapa kau bisa ada di hutan malam-malam begini?" tanya Kakek itu.
"Aku, aku tersesat di Hutan Kek, saat ikut ayah berburu," jawab Reya.
"Ow, Ayo masuk Nak, di luar sangat berbahaya!" ajak Kakek itu.
"Terima kasih Kek," sahut Reya.
Lalu mengikuti langkah kakek itu masuk ke dalam gubuk, kakek itu kemudian memberikan makanan untuk Reya.
"Makanlah Nak, kau pasti belum makan ‘kan," ucap kakek itu.
Reya menganggukkan kepalanya lalu mulai memakan makanan yang di berikan kakek itu.
"Nama kamu siapa?"
"Nama saya Reya, Kek,"
"Ow Reya, Reya malam ini menginap di rumah kakek ya, besok pagi kakek antarkan pulang," ucap Kakek itu.
"Iya Kek, terima kasih," ucap Reya tersenyum senang.
Malam ini Reya tidur bersama kakek itu di gubuk, sementara Para Prajurit Sarkuella masih terus mencari Reya di Hutan sepanjang malam.
******
Semua Keluarga Madannsi tidak bisa tidur karena terus memikirkan Reya, terutama Mayka yang sejak tadi terus menangis.
"Mayka, sudahlah berhenti menangis, Ibu yakin Reya akan baik-baik saja," ucap Demina menenangkannya sambil menggendong Pangeran.
"Tapi Reya masih kecil Bu, di Hutan sangat gelap dan banyak binatang buas," ucap Mayka cemas.
"Mayka kita serahkan semuanya kepada Dewa, Dewa pasti melindungi Reya," ucap Demina.
"Iya Kak, aku yakin Reya pasti selamat," sahut Helena.
Mayka menganggukkan kepalanya, berharap Reya akan baik-baik saja, Demina bersama Viktor, Helena dan Robert terus menemani Mayka, Titan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Reya sampai akhirnya Reya hilang.
"Reya maafkan ayah," guman hati Titan.
Titan Madannsi masih terus menunggu kabar dari para prajuritnya, apa mereka sudah berhasil menemukan Reya atau tidak.
********
Pagi hari Cleo Dayypen pergi kembali ke Hutan untuk mencari jasad Reya, Cleo Dayypen merasa Reya pasti sudah tewas di makan oleh binatang buas.
Sampai di hutan Cleo terus mencari jasad Reya tapi ia tidak menemukannya hanya sobekan dari baju Reya saja yang berhasil ia temukan tersangkut di sebuah ranting kayu.
Cleo Dayypen tersenyum penuh makna, ia lalu diam-diam menangkap seekor kelinci dan mengalirkan darah kelinci itu ke potongan baju Reya agar semua orang mengira kalau Reya benar-benar sudah tewas di makan Binatang Buas.
"Aku yakin, semua keluarga madannsi akan terkejut dan sedih saat melihat potongan baju Reya ini, dan saat mereka bersedih karena kehilangan Reya, di saat itulah aku akan meminta Raja Hiltar dan Raja Namrud menyerang kerajaan sarkuella," guman Cleo tersenyum licik.
Sebelum pergi ke Kerajaan Sarkuella, Cleo Dayypen menulis sebuah surat dan mengirimkan surat itu melalui burung merpati putih yang di selipkan di leher merpati itu untuk memberitahu Raja Namrud dan Hiltar. Agar besok mereka langsung menyerang kerajaan sarkuella. Setelah itu Cleo lalu pergi ke kerajaan sarkuella.
Begitu tiba di Kerajaan Sarkuella, Cleo Dayypen langsung memberikan potongan baju Reya yang ia temukan kepada Titan dan Mayka madannsi.
"Titan maafkan aku, aku tidak bisa menemukan Reya, hanya ini yang bisa aku temukan," ucap Cleo sedih.
Cleo menunjukkan potongan baju Reya yang berlumur darah itu kepada Titan dan Mayka. Mayka lalu mengambil baju itu dari tangan Cleo.
"Bukankah ini baju Reya, kenapa Baju Reya berdarah," ucap Mayka terkejut.
"Cleo, apa ini bertanda kalau Reya sudah di makan binatang buas?" tanya Titan.
"Iya Titan, aku berpikir seperti itu karena aku dan semua prajurit sudah mencari Reya hampir di seluruh hutan tapi sampai sekarang kami tidak menemukannya," jawab Cleo.
"Tidak, ini tidak mungkin Reyaku!" teriak Mayka menangis.
"Mayka, kau harus kuat, kita harus bisa melepaskan Reya," ucap Titan merangkul Mayka.
Selang kemudian Viktor, Demina, Robert dan Helena keluar dari kamar mereka ketika mendengar suara teriakan Mayka.
"Mayka, Titan ada apa ini?" tanya Viktor.
"Iya, ada apa Kak Mayka, kenapa Kakak menangis?" tanya Robert.
"Reya, sudah tiada," ucap Titan lirih.
"Apa, itu tidak mungkin Kak, Reya tidak mungkin tiada!" ucap Helena tidak percaya.
"Helena, tenanglah," ucap Robert menenangkan Helena.
"Itu benar Helena, lihatlah ini," ucap Titan.
Memperlihatkan potongan baju Reya yang sudah berubah berwarna merah kepada Helena dan Robert.
Viktor dan Demina terkejut saat melihat potongan baju Reya, semua keluarga madannsi sangat bersedih mengetahui kenyataan ini.
"Menangislah, menangislah kalian semua karena sebentar lagi kalian juga akan menyusul gadis kecil itu," guman hati Cleo tersenyum licik.
Mayka tidak dapat menahan kesedihannya ia lalu tidak sadarkan diri, Titan madannsi langsung menggendong Mayka dan membaringkannya di kamar.
Kabar kematian putri Reya mulai tersebar di kerajaan sarkuella, semua orang merasa ikut bersedih. Sedangkan Cleo diam-diam tersenyum senang akhirnya rencananya merebut kerajaan sarkuella sebentar lagi akan berhasil.
Setelah memberikan potongan baju Reya, Cleo lalu pergi meninggalkan kerajaan sarkuella bersiap menunggu pergerakan dari Pasukan perang kerajaan Raja Hiltar dan Raja Namrud untuk p*********n besok.
***
Sementara di sisi lain Reya sedang berjalan melewati jalan setapak di hutan menuju kerajaan sarkuella di antar oleh kakek itu.
"Apa kita masih jauh kek?" tanya Reya.
"Iya Nak, kita baru sampai di perbatasan, kita harus terus berjalan mungkin malam hari kita sampai di sana," jawab kakek itu.
Reya menganggukkan kepalanya sambil terus berjalan, sesekali Reya dan kakek beristirahat karena merasa lelah.
Tanpa terasa matahari mulai tenggelam dan bulan mulai menampakkan wujudnya, keheningan terasa di kerajaan sarkuella bahkan jangkrik yang biasa berbunyi di halaman kerajaan kini tidak terdengar lagi.
Reya dan kakek itu tiba di Kerajaan Sarkuella malam hari, Reya sudah tidak sabar ingin bertemu ayah dan ibunya.
"Terima kasih ya Kek, sudah mengantar Reya,".
"Iya Nak, kalau begitu kakek pulang ya,".
"kakek tidak mau masuk dulu?" tanya Reya.
"Tidak Terima kasih, kakek pergi dulu," pamit kakek itu.
Reya menganggukkan kepalanya, lalu berlari masuk ke dalam kerajaan tapi saat ia menoleh ke belakang kakek itu sudah tidak terlihat lagi. Reya melihat kesana kemari mencari kemana perginya kakek itu tapi ia sudah tidak menemukannya.
"Putri Reya!" panggil salah satu pelayan kerajaan.
Reya menoleh ke arah suara yang memanggilnya, pelayan itu langsung menghampiri Reya.
"Putri Reya dari mana saja? Apa Putri baik-baik saja?”
Reya menjawab dengan anggukkan kepalanya, pelayan itu lalu menggendong Reya dan membawanya masuk ke dalam istana lalu pelayan itu berlari menemui Raja dan Ratu.
Titan madannsi dan Mayka tidak bisa tidur, mereka terus memikirkan Reya berharap Reya masih hidup dan kembali bersama mereka.
"Yang mulia Raja, Yang mulia Ratu!" teriak pelayan itu di depan pintu kamar Titan dan Mayka.
"Ada apa?" tanya Mayka keluar menemui pelayan itu
"Putri Reya kembali Yang mulia, Putri Reya,".
"Apa!".
Titan dan Mayka terkejut mendengar kabar dari pelayan itu.
"Iya Yang Mulia, Putri Reya sudah kembali," ucap pelayan itu lagi.
"Dimana? Dimana putriku?" tanya Mayka.
"Putri Reya berada dalam istana di tempat singgasana Raja," jawab pelayan itu.
Titan dan Mayka lalu segera menemui Reya, Bola mata Titan madannsi dan Mayka membulat saat melihat Reya dalam keadaan hidup dan baik-baik saja.
"Reya!".
Mayka berlari dan langsung memeluknya.
"Reya, kau baik-baik saja sayang? Ibu sangat takut kehilanganmu,".
"Reya syukurlah kau selamat Sayang, ayah sangat sedih kehilanganmu, kau dari mana saja Nak?" tanya Titan.
"Reya lapar Ayah, ibu," ucap Reya.
Hanya itu yang di ucapkan Reya, Reya tidak menjawab pertanyaan ayah ibunya.
"Reya lapar, ayo kita makan sayang!".
Mayka lalu memerintahkan pelayan membawa makanan yang banyak untuk Reya. Reya lalu makan dengan lahapnya di temani oleh ayah dan ibunya.
"Reya, pergi kemana saja, ibu sangat cemas?" tanya Mayka.
"Reya tersesat di hutan Bu, waktu ikut ayah berburu, terus Reya di tolong sama kakek-kakek, Reya tidur di rumahnya lalu di antar pulang sama Kakek itu," jawab Reya Menceritakan semuanya kepada Mayka.
"Reya, sekarang di mana kakek itu?" tanya Titan.
"Tidak tahu ayah, kakek itu hilang," jawab Reya polos.
Mayka dan Titan terdiam mereka berpikir siapa kira-kira yang sudah menolong Reya. setelah menghabiskan makanannya Reya lalu tidur di kamarnya.
"Suamiku siapa sebenarnya Kakek yang di katakan Reya itu?"
"Entahlah Mayka, tapi yang pasti kita sangat berterima kasih karena dia sudah membawa Reya kembali," jawab Titan.
Mayka menganggukkan kepalanya, Titan dan Mayka lalu kembali ke kamar mereka dan beristirahat.