Suara angin dan deru langkah kaki kuda Zio terus menyusuri jalan, Reya memeluk Zio dengan erat agar ia tidak terjatuh, karena kuda itu berlari semakin kencang. Sampai malam hari tiba, Zio dan Reya masih terus melanjutkan perjalanannya melewati hutan dan tebing tinggi. "Kak Zio, lebih baik kita beristirahat dulu," ucap Reya. "Baiklah Reya kita cari tempat untuk beristirahat terlebih dulu," jawab Zio. Zio menunggangi kudanya secara perlahan sambil mencari sebuah tempat untuk dirinya dan Reya beristirahat malam ini, sampai akhirnya Zio menemukan sebuah gubuk, ia lalu menghentikan kudanya. "Permisi!" teriak Zio. Berharap ada seseorang yang keluar dari dalam gubuk itu. "Permisi ada seseorang di dalam!" teriak Zio lagi. Tapi lagi-lagi tidak ada jawaban dari dalam gubuk itu. "Kak Zio, ap

