Chapter 18

1437 Words

Setelah beberapa saat Evrard menenangkan Lavender melalui pelukan yang diberikannya, ia mengajak istrinya tersebut duduk untuk beristirahat sejenak. Ia masih bungkam dan setia mendengarkan isak tangis Lavender yang keluar dari mulutnya dengan pelan. Ia juga hanya menatap Lavender yang kini telah duduk di sampingnya sambil menundukkan kepala. Untung saja tadi ia menyuruh Wendy agar tidak mengikutinya. Khusus hari ini ia sengaja membiarkan pengasuh Lavender sedikit terbebas dari tugasnya yang harus selalu ada di samping istrinya tersebut. “Sampai kapan kamu akan terus menunduk?” Evrard akhirnya bersuara terlebih dulu setelah merasa terlalu lama melihat Lavender bergeming yang sesekali masih terisak. Sambil menatap Lavender, ia menumpukan lututnya satu sama lain. “Ev, sebaiknya kita sudahi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD