Ekspresi wajah Evrard langsung berubah datar setelah mendengar pertanyaan tak berbobot yang diajukan oleh Florence. Tanpa diberitahukan secara gamblang pun ia sangat yakin bahwa adik bungsunya tersebut sudah mengetahui jawabannya. Jika saja yang saat ini bertanya padanya adalah Ernest, bisa dipastikan ia akan langsung mengusir adik laki-lakinya tersebut dari kediamannya. Namun pada kenyataannya, yang saat ini menanyakannya adalah adik perempuan satu-satunya sekaligus saudari kesayangannya. “Ev,” panggil Florence karena Evrard masih belum menjawab pertanyaan sederhana yang dirinya ajukan. “Hm,” Evrard hanya menjawabnya dengan gumaman malas. “Jika sampai Papa mengetahuinya, beliau pasti akan memarahimu, Ev,” Florence mengingatkan dengan nada serius. “Biarkan saja. Lagi pula Papa tidak be

