Selama acara makan siang berlangsung, tiga pasang mata diam-diam menatap ke arah Evrard sambil menikmati makanan masing-masing. Sebab, Evrard sendiri terlihat beberapa kali mencuri pandang ke arah Lavender yang tengah disuapi oleh Wendy. Seharusnya Evrard tidak perlu diam-diam memerhatikan Lavender, apalagi dengan kondisi sang istri yang tidak mungkin mengetahui tindakannya tersebut. Lavender menggeleng pelan saat bibirnya menyentuh ujung sendok yang diangsurkan oleh Wendy. Sebenarnya ia masih tidak berselera menyantap makanan apa pun, termasuk Risotto Saffron yang menjadi salah satu kesukaannya. Hanya karena menghargai tamu yang datang saja ia bersedia bergabung ikut makan siang. “Apakah kamu tidak menyukai makanannya?” Evrard yang sejak tadi memerhatikan Lavender terlihat enggan menela

