Ditinggal oleh Ernest menerima telepon dari orang istimewa, Lavender dan Florence sama-sama tidak ada yang memulai membuka suara. Florence bukannya tidak mau memulai, tapi ia hanya takut jika Lavender akan mengabaikannya. Selain itu, ia juga tidak tahu harus memulai dari mana. Kini hanya ada mereka berdua di teras samping rumah Evrard. Pengasuh masing-masing sudah diminta membantu Leyna di dapur oleh Ernest. “Lav,” panggil Florence memberanikan diri karena Ernest tak kunjung datang. Sebenarnya ia sangat penasaran mengenai orang istimewa yang selalu membuat sang kakak betah berlama-lama berbicara di telepon. “Lav,” ulangnya dengan nada gugup karena Lavender belum memberikan reaksi atas panggilannya yang sebelumnya. “Iya,” Lavender menanggapi dengan singkat dan nada datar. Lavender denga

