Kini telinga Evrard rasanya panas mendengar pengakuan konyol yang diungkapkan oleh Ernest. “Kamu sudah mabuk, Ernest!” tuduhnya dengan nada penuh penekanan. “Semasih Lavender berstatus sebagai istriku, aku harap kamu membuang sejauh mungkin pikiran atau keinginan konyolmu itu,” sambungnya mengancam. Ernest tertawa ringan. “Aku tidak mabuk, Ev. Lagi pula di antara kita, aku yang lebih kuat minum dibandingkan dirimu,” ucapnya tak acuh. Evrard tidak bersuara. Ia hanya menatap datar wajah sang adik yang menampilkan ekspresi tidak bersalah sedikit pun atas pengakuannya. “Aku serius dengan ucapanku, Ev. Andai saja waktu itu aku tidak berada dalam kondisi terpuruk, pasti aku bersedia menikahi Lav sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatan Flo. Dengan begitu jalinan kasihmu bersama Chelse

