Walau bibir Chelsea menyunggingkan senyuman saat melihat kedatangan Evrard bersama Lavender, tapi perasaannya di dalam hati sangat bertolak belakang. Rasa sesak menghinggapi dadanya saat menyaksikan laki-laki yang seharusnya menjadi suaminya menggenggam tangan perempuan lain. Meski mengetahui pasti alasan Evrard menyudahi jalinan kasih di antara mereka dan memutuskan terpaksa menikahi Lavender, tapi tetap saja hatinya tidak bisa berbohong bahwa ia masih sangat mendamba sekaligus mencintai laki-laki tersebut. Walau ia juga menaruh rasa iba terhadap keadaan Lavender, tapi dirinya tetap belum bisa menerima sepenuhnya bahwa perempuan tersebut telah berstatus sebagai istri Evrard. Ia sangat tidak menyangka jika kisah cintanya bersama Evrard akan berakhir benar-benar mengenaskan seperti sekarang

