Sejak setengah jam lalu berada di dalam kamar, Lavender dan Evrard masih setia saling diam. Jika Lavender masih sibuk mengingat pembicaraannya tadi bersama Mark, berbeda halnya dengan Evrard. Laki-laki tersebut malah sibuk memerhatikan sekaligus mengamati gerak-gerik sang istri yang sedang duduk bersandar pada kepala ranjang. Evrard ingin menanyakan secara langsung mengenai kedekatan yang pernah terjalin antara Lavender dengan Mark, tapi ia takut sang istri akan salah paham terhadap pertanyaannya tersebut. “Ev,” panggil Lavender dengan nada pelan. Ia takut panggilannya akan mengganggu sang suami, seandainya laki-laki tersebut ternyata masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya. “Hm.” Evrard mengerjap saat mendengar panggilan Lavender, walau suara istrinya tersebut sangat pelan. Bahkan, di

