Setelah menyuruh Arini pulang Baskara memang sengaja mengurung dirinya di kamar dengan cahaya temaram karena memang pria itu yang menginginkannya. Padahal ketika bibi Darsih mengantarkan makan malam beliau sudah menawarkan untuk menyalakan semua lampu yang ada di kamar pria itu. Suasana kamarnya saat ini pun sudah berubah menjadi kapal pecah karena memang sebelumnya pria itu sempat menumpahkan amarahnya dengan membuang semua barang-barang yang ada di dekatnya. “Apakah semua orang termasuk keluargaku sendiri mulai memandangku lemah dengan kondisiku yang sekarang?” Ada rasa sakit di hatinya hingga membuat kedua mata pria itu tanpa sengaja mengeluarkan air mata. Apa lagi sesuatu yang membuatnya bersedih itu datangnya dari sosok yang sangat disayanginya yaitu sang mama tiri. Sejak mamanya

