Sepanjang makan malam tadi bersama dengan ibu dan putranya, Arini terlihat diam serta memikirkan bagaimana caranya agar akhir minggu ini dirinya bisa ikut pergi ke makam sang suami. “Belum genap seminggu aku bekerja di rumah keluarga Erlangga tapi bagaimana caranya aku meminta izin untuk ikut pergi dengan Ibu dan Astara ke makam mas Dikta?” “Arini,” panggil Laras sambil memegang tangannya. “Eh, Ibu.” Arini tersadar dari lamunannya lalu menatap ibu mertuanya yang baru saja kembali dari kamar putranya. Saat ini wanita itu sedang duduk di sofa yang ada di ruang tengah. “Kamu lagi mikirin apa? Apa mikirin ajakan Ibu yang tadi ya?” selidik Laras. Arini tersenyum. “Enggak juga sih Bu tapi sepertinya Arini belum bisa ikut Ibu sama Astara akhir minggu ini ke makam Mas Dikta.” “Kalau kamu en

