Bab 41: Benteng di Balik Badai

756 Words

​Keheningan yang ditinggalkan mobil Zoya terasa lebih dingin daripada salju yang menyelimuti pelataran rumah. Amina masih berdiri mematung, jemarinya yang tadi menggenggam lengan Arslan kini terkulai lemas. Kata-kata "ratu gadungan" dan ancaman dokumen masa lalu itu terus terngiang, menghantam harga diri yang baru saja ia bangun kembali di atas sajadah subuh tadi. ​ Amina menunduk, butiran air mata mulai jatuh membasahi kerikil yang membeku. "Arslan... maafkan aku. Aku tidak ingin masa laluku menghancurkan namamu di sini. Mungkin benar kata Zoya, aku hanya..." ​ Belum sempat Amina menyelesaikan kalimatnya, sepasang tangan kekar menariknya masuk ke dalam dekapan yang sangat erat. Arslan tidak membiarkan istrinya menjauh meski hanya satu inci. Ia membenamkan wajah Amina di d**a bidangnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD