tiba-tiba cerewet

1097 Words
April POV..... "Hallo assalamualaikum bu?" "walaikumsalam nak. kenapa nak? kamu belum pulang dari Rumah sakit?" "gini buk, tadi ayahku nelfon katanya nenek lagi sakit terus pengen ketemu sama aku. jadi aku mau minta izin pergi kesana dulu tapi nanti tetap pulang kok, gimana? gak papa kan bu?" "oh yaudah nak. hati-hati yahh" "iya buk. tapi nanti kalau bapak nanya aku kemana bilang aja masih ada urusan penting yahh.. karna takutnya nggak bakal di ijinin apalagi kalo minta uangnya harus balik" "iya nak ibu ngerti kok" "yaudah assalamualaikum bu" "walaikumsalam nak" setelah meminta izin kepada ibu tadi. aku kaget karena ternyata ada orang yang sedang berdiri disampingku "ha.hai!!"  hah. bukannya dia temennya cowok yang jatuh itu yahh? tanyaku dalam hati "ya hai" "gue boleh duduk enggak?" "silahkan" kata ku langsung karena setengah panik juga hening sesaat.. tidak ada yang berbicara selama beberapa detik baik dia apalagi aku yang sedang tegang ini "mmm.. kenalin gue tio" "hah! ah i iyaiya" entah kenapa saat berdua seperti ini sama dia jantungku seperti sedang melakukam senam dengan aktif-aktifnya. tapikan aku udah sering ketemu kenapa jadi kaya gini sihh... "iya doang? lo nggak mau sebutin nama lo? yahh walaupun gue udah tau sihh nama lo juga.. ehh. enggak papa kan kalo gue ngomong nggak pake bahasa formal ke lo karena lo dokter? karena keliahatannya umur kita enggak beda jauh juga udah diluar jam kerja" "mm iya ngapapa" "panggil pake nama juga boleh kan?"  aku hanya mengangguk saja mendengar pertanyaan dari dia dan sejak dia datang dan berbica kepadaku aku belum pernah menatap matanya dan hanya menunduk menatap hp yang kupegang "gue ganggu yah? lo nggak nyaman yah?" "hah!" aku tidak tau harus menjawab apa dengan pertanyaannya "yaudah kalo gitu gue pergi dulu sorry udah ganggu lo" "mm iya kak" setelah aku menjawab dan melihat kearahnya dia tersenyum sekejap dan berlalu pergi ini pertama kalinya aku mendengarnya banyak berbicara dan terdengar sedikit cerewet menurutku Teo Pov... entah apa yang membuatku sangat berani untuk berjalan ke arahnya dan berbicara dengannya. aku merasa menjadi sangat cerewet saat berbicara dengannya tadi, hingga aku terpaksa harus pergi setelah melihatnya tidak pernah melihat ke arahku saat berbica dan hanya menjawab seadanya saat aku bertanya dari situ aku menyimpulkan bahwa dia tidak nyaman aku berada disana tadi dan akhirnya memilih pergi "gue ganggu yah? lo nggak nyaman yah?" "hah!" dia hanya menjawab itu karena mungkin dia kaget mendengar pertanyaanku "yaudah kalo gitu gue pergi dulu sorry udah ganggu lo" "mm iya kak" aku tersenyum sekilas kepadanya terutama karena mendengarnya memanggilku kak walaupun itu mungkin wajar karena sepertinya mungkin perselisihan umur kami 2 tahun melihat dari wajahnya yang sedikit imut dan polos tapi pendidikannya yang sekarang sedang melaksanakan koas dokternya tapi apapun itu aku tetap senang sudah berbicara dengannya walaupun agak sedikit malu juga dengan tingkah ku yang seperti itu padanya *** author Pov.... april sekarang sedang berada di rumah ayahnya, melihat ayah dan neneknya lagi setelah hampir 1 bulan tidak bertemu membuat april sangat senang. karena kesibukan april mengurus prakterk kerjanya di RS, juga karena takut bapaknya akan tau kalau dia sering menemui keluarga ayahnya april berbincang banyak hal kepada ayah dan juga neneknya di dalam kamar, terutama tentang kegiatan apri di RS beberapa hari belakangan ini. mereka sangat bangga karena april tumbuh menjadi perempuan yang cantik, baik dan pintar ayah april memang belum pernah menikah lagi setelah pisah dari ibu april. dan yang menjadi alasan ayah april yaitu penyesalan kenapa dia tidak mempertahankan dan mempercayai ibu april dulu saat orang-orang mengatakan padanya bahwa ibu april berselingkuh dengan orang kaya pemilik ruko yang mereka sewa waktu itu dan saat ayah dan ibu april resmi bercerai, ibu april pulang kerumah ayah dan ibunya. satu minggu setelah itu saat ayah april mengembalikan kunci ruko mereka sewa kepada pemiliknya yang juga merupakan orang yang dituduh berselingkuh dengan istrinya akhirnya pemilik ruko itu menjelaskan bahwa saat itu dia sudah menikah dan mempunyai anak dan pemilik ruko yang saat itu berkunjung ke ruko tempat sewaan ayah dan ibu april untuk sekedar berkunjung dan membawa undangan hakikah anaknya yang baru lahir sekitar 1 minggu sebelumnya hal itu membuat ayah april sangat menyesal dan bersalah sehingga dia pergi untuk meminta maaf kepada ibu april dan orang tuanya tapi ibu april sudah terlanjur kecewa dan sakit hati dengan segala perlakuan ayah april sebelumnya yang sangat tega tidak mempercayai istrinya sendiri dan bahkan membuat istrinya pergi bersama dengan anaknya yang saat itu masih berumur 5 tahun itu sebabnya ayah april memilih sendiri sampai sekarang perasaan yang masih tetap sama kepada ibu april begitu juga penyesalannya.. . . . besoknya april kembali bertemu dengan tio di RS karena kifli yang akan dioperasi pagi ini membuat april harus datang cepat walaupun jam yang harus dia datang kembali RS ini yaitu sore nanti, tetapi karena permintaan dokter fani agar april bersama beberapa anggota residen kelompoknya ikut dalam operasi kifli dan tentu saja april menerima tawaran itu dengan senang hati karena itu akan menjadi pengalaman yang bagus untuknya sekarang april bersama perawat pendamping menuju ke ruangan rawat kifli untuk memberitahukan bahwa kifli akan masuk masuk keruangan operasi untuk melakukan persiapan diruangan itu april bertemu dengan tio dan saling senyum sesaat saat mata mereka bertemu.  aldi, faizal dan tian yang melihat itu langsung menghamiri tio yang sedang duduk bersama abi di sofa ruangan  "ehem.. tumben loe saling senyum sama dokter cantik itu?" tanya aldi sedikit berbisik pada tio "iya! udah naksir lu yahh.." terka tian "apa luu kepo banget.." "wahh kayanya bener deh lu lagi naksir yahh" kata faizal tapi tio hanya diam tak menanggapi tetapi pandangannya masih tertuju kepada april "yeee.. malah di cuekin gue. tiati lu loncat bola mata lu nanti kalo kalo nggak kedip liatin orang!!" dan lagi-lagi tidak ada tanggapan dari tio setelah tadi kifli diberikan baju khusus untuk digunakan saat di ruang operasi akhirnya dia selesai dan disuruh untuk menaiki kursi roda untuk dinaiki menuju keruang operasi saat april akan mendorong kifli keluar ruangannya tio, abi, dandy, faizal tian dan aldi yang melihat itu sontak membuat april berhenti "ehh!!" ucap mereka ber-6 bersamaan dan orang tua kifli yang baru memasuki ruangan dan juga suster yang datang bersama april tadi heran mendengarnya "biar saya saja yang dorong dia dokter!" ucap abi kemudian "iya dokter, biar dia saja yang dorong sampai di depan ruang operasi nanti" april yang mendengar permintaan orang tua kifli itu melepaskan pegangan pada dorongan kursi roda kifli dan langsung di ambil alih oleh abi abi dan tio mengantar sampai didepan ruang operasi kemudian kembali kedalam ruang perawatan bergabung bersama 4 teman mereka menunggu hingga operasi selesai, sedangkan kedua orang tua kifli menunggu didepan ruang operasi hingga selesai...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD