april yang selalu ingin bertemu dengan ayah kandungnya dan keluarganya itu harus selalu menunda semuanya bahkan ketika keluarga dari ayahnya itu sedang mengadakan acara.
kecuali jika ada salahsatu dari keluarganya itu sedang sakit atau sedang membutuhkan bantuannya maka april akan pergi kerumah ayahnya dengan cara sembunyi-sembunyi dan tidak boleh ketahuan oleh ayah sambungnya itu
oleh karena itu april mempunyai cita-cita menjadi dokter dan mempunyai penghasilan yang bagus karena dia ingin bertemu ayahnya dan keluarganya yang lain tanpa harus takut jika ayah sambungnya mengetahui semuanya dan meminta uang yang sudah dia pakai membayar biaya SMA dulu untuk dikembalikan
biaya yang dipakai april untuk sekolah dokter ini yaitu dari hasil penjualan tanah milik ibunya peninggalan dari kakek dan neneknya bersama dengan rumah yang mereka tempati tinggal saat ini. ibunya menjual tanah itu untuk april karena dia ingin melihat anak satu-satunya itu menjadi sukses dan bisa menolong banyak orang nantinya karena dia juga tahu bahwa anaknya itu sangat pintar dan baik.
setelah seharian april bekerja hingga jam 1 malam april baru sempat untuk makan malam dikarenakan kesibukan banyaknya pasien yang harus dia lihat dan tangani bersama kedua sahabatnya dan dokter pendampingnya yaitu dokter fani, setelah mereka bertiga makan dengan cukup cepat mereka kembali disibukkan dengan segala keriwehan mengurus pasien dengan berbagai macam keluhan hingga keesokan harinya, sore setelah jam kerja akhirnya mereka bertiga bisa pulang dan beristirahat dan harus kembali lagi kerumah sakit besok malam untuk bekerja
*****
setelah 4 hari menjadi dokter residen di RS.Pelita, april akhirnya ditunjuk menjadi ketua dalam kelompoknya untuk membantu dokter menjawab pertanyaan atau menjelaskan hal-hal yang harus diketahui para dokter residen lain. april dipercaya oleh dokter fani dan dokter lainnya untuk menjadi ketua dalam kelompoknya karena melihat kepintaran dan jawaban april saat ditanya mengenai suatu penyakit dan cara penanganan yang baik
april yang kaget sekaligus senang dengan mandat yang dipercayakan kepadanya itu menerima dengan senang hati
april bersama dokter residen lain dalam kelopoknya termasuk kedua sahabatnya dan dokter pendampingnya yaitu dokter fani pagi ini berjalan mengunjungi dan melakukan pemeriksaan rutin kepada pasien yang mereka tangani.
pasien pertama yang akan mereka kunjungi yaitu zulkifli pasien laki-laki yang sempat ditolong april saat kecelakaan motor bersama temannya yaitu septian. berbeda dengan septian yang sudah dibolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan yaitu tergores dibagian tangannya dan kepala yang sedikit benjol, kifli sebenarnya sudah diperbolehkan pulang sejak kemarin dulu hanya saja saat dilakukan pemeriksaan pertama kali dia juga mengeluh mengenai bagian bawah perutnya yang selalu sakit sampai ke kebelakang pinggangnya
dan setelah diperiksa akhirnya hari ini april yang ditugaskan oleh dokter fani akan menjelaskan mengenai penyakit yang menimpa kifli dan cara penanganannya
"pagi, bagaimana keadaannya?" tanya dokter fani kepada kifli, kifli hanya bengong dan terus melihat kearah april sambil tersenyum sehingga teman-temannya dan kedua orang tua kifli yang ada diruangan itu akirnya memanggil-manggil nama kifli berkalikali hingga kifli mendengar
"apasih!! emangnya aku orang b***k apa kalian teriak-teriakin?"
"yeee.. emang lu b***k! buktinya dari tadi kita panggil-panggilin engga nyaut lo. sampe dokter aja engga lu jawab pertanyaannya" kata tian
"iya! makanya kamu kalau di panggi itu nyaut, denger!! jangan bisanya cuma liat cewe canti doang sampe matamu itu mau keluar. mama colok matamu nanti baru tau rasa kamu!" mama kifli kesal melihat tingkah anaknya itu
april, dokter fani dan dokter residen lainnya hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah kifli itu sedangkan tio dan abi hanya tersenyum tipis melihat temannya itu
"aduh, kayanya saya memang harus menukar april dengan anak residen kelompok lain karena rata-rata pasien ku ketika melihat april akan tersenyum dengan tidak jelas dan tuli dengan tiba-tiba. hahaha"
"baiklah kalau begitu, april! tolong periksa keadaan pasien ini dan jelaskan hasil pemeriksaan lainnya dan untuk yang lainnya nanti tolong disimak penjelasan dari april yahh.."
"baik dok" kata semua anak residen lainnya
"baiklah, maaf bisa saya periksa anda sekarang?" april bertanya kepada kifli dan kifli yang mendengarnya tersenyum semakin lebar dan menganggukkan kepalanya
setelah diperiksa..
"baiklah, sakit dibagian bawah perut sebelah kanan anda ini disebabkan karena ada penyumbatan usus sehingga menyebabkan infeksi pada sekitar usus besar anda, setelah melihat hasil pemeriksaan x-ray anda saya melihat infeksi itu sudah cukup parah dan akan menggangu aktifitas anda" penjelasan april
"lalu bagaimana penanganan yang baik untuk anak saya ini dok..? tanya orang tua kifli yang mulai panik
"ada yang bisa menjawab pertanyaan dari orang tua pasien?"
heningg beberapa saat.. sebenarnya mereka mengetahui jawaban dari pertanyaan orang tua kifli ini hanya saja terlalu takut dan malu jika jawaban mereka tidak terlalu sesuai.
"baiklah jika tidak ada yang ingin menjawab karena mungkin masih malu atau takut. maka saya silakan kembali april untuk menjawab semuanya"
"baik. karena pada usus buntu yang diderita pasien sudah meradang maka harus secepatnya dilakukan penanganan yaitu dengan cara operasi untuk mengangkat usus yang sudah infeksi karena ditakutkan jika semakin lama ditunda dan membuat usus buntu yang meradang pecah maka akan mengakibatkan infeksi di seluruh rongga perut dan memperparah keadaan pasien" april menjelaskan semuanya dengan yakin dan baik sehingga dokter fani dan teman-teman residen lainnya tersenyum kagum melihat april yang hampir sempurna itu
"seperti yang sudah dijelaskan oleh dokter april tadi, maka untuk bapak dan ibu sebagai orang tua dari pasien silahkan mendiskusikannya bersama dan untuk keputusannya saya akan datang besok pagi untuk pemeriksaan rutin yahh.. atau jika masih ada pertanyaan silahkan pak? buk? atau pasien?"
setelah pemeriksaan rutin tadi april dan dokter residen lainnya istirahat untk makan siang di kantin rumah sakit
*****
besok sorenya saat april sudah pulang dari rumah sakit. dia tidak langsung menuju rumahnya dia malah tinggal duduk termenung di taman depan rumah sakit.
TIO POV...
setiap hari sejak kifli dan tian masuk di Rs, Pelita ini aku selalu bersemangat ketika mengingat akan bertemu dengan wanita itu lagi, dokter muda cantik dan terlihat sangat pintar yang selalu ikut memeriksa keadaan kifli. walaupun aku juga sedih mengetahui kifli yang sakit dan akan dioperasi besok artinya beberapa minggu kedepan dia tidak akan ikut kami untuk jalan-jalan bersama lagi
entah karna terlalu sering memikirkan dokter cantik itu atau aku yang sudah gila sehingga melihat bayangannya duduk ditaman rumah sakit ini dengan termenung sambil menatap hp nya..
tapi aku langsung yakin dengan pengelihatanku saat ini karena melihat anak kecil yang datang menghampirinya dan memberinya bunga. bunga? kenapa dia memberinya bunga? dan sepertinya pertanyaan itu juga yang di ajukan dokter cantik itu kepada anak kecil pembawa bunga itu.
anak kecil itu menjawab dengan menunjuk seorang lelaki yang juga sedang duduk di kursi sudut taman itu sambil tersenyum kepada dokter april, entah kenapa aku tidak suka melihatnya dan aku senang saat melihat dokter cantik itu hanya tersenyum sekilas tanpa melihat lama-lama kepada lelaki itu
"apa tidak apa-apa jika aku menghampirinya dan berbicara padanya?" aku bertanya kepada diriku sendiri dengan ragu
"tapi bagaimana kalo tanggapan dia lain terus nganggap aku sebagai laki-laki yang nggak baik!" entah kenapa rasa ingin berbicara kepadanya sangat besar apalagi melihat dia yang termenung dan seperti sedang memiliki masalah yang besar..
yaudahh kalo gituu...