pertemuan kedua

1539 Words
Aisyah prillyana safitri Bila manusia diciptakan bisa memilih kodratnya, maka tentunya tidak ada yang mau menerima sebagai orang yang jahat atau buruk di mata tuhannya. Manusia diciptakan dengan takdir yang sudah di tentukan. Takdir yang bisa di rubah dan yang tidak bisa dirubah. Takdir yang tidak bisa di rubah tentunya kematian dan jodoh. Setiap orang pasti memiliki kisah masing-masing. Jika kita tidak mau berusaha maka tuhan pun enggan untuk membantu. Aku hanyalah seorang manusia yang kecil, yang hanya ingin mendapat perhatian dan kasih sayang dari tuhannya. Ya allah maha pemilik segala hati, maha pembolak balikkan hati. Izinkan aku menjadi makmum mu yang sejati. Makmum yang taat akan semua perintahmu. Hidupku hanya ada di jalanmu, jika aku masih engkau beri kesempatan untuk merubah diri maka saat ini aku menjadi seperti manusia yang terlahir kembali. Terima kasih atas segala kepercayaanmu ya allah. Selanjutnya hanya aku yang memutuskan apakah aku mampu dan sanggup, atau aku akan menyerah. 'Ya allah.. Sepertinya aku terlalu lama merenung hingga tak menyadari jika masjid ini sudah sepi. Kenapa rasanya tenang sekali jika sudah berada disini. Aku harus segera pulang karena nanti ayla pasti akan ngomel panjang lebar. Segera kurapikan peralatan sholatku, dan bergegas pulang ke rumah. Karena saat ini waktu menunjukkan pukul 06:30 pagi. *sepertinya kamu sering sekali merenung sampai pagi seperti ini. Seketika langkahku langsung terhenti, mendengar ada yang sedang bertanya kepadaku. Aku pun langsung berbalik badan dan melihat siapa yang sedang menyapaku. Kenapa dia memperhatikan ku sampai segitunya. Ya allah.. Sepertinya tadi sepi tidak ada orang tetapi kenapa ada malaikat yang tertinggal di masjid ini. Pria ini lagi, pria dengan mata tajamnya yang sangat meneduhkan. Kenapa setiap kali melihatnya aku langsung berdebar seperti ini. *astagfirulloh haladzim.. Ya allah kenapa aku ini. *kenapa selalu istighfar sih setiap ketemu. Kamu fikir aku sesuatu yang tidak pantas untuk di ajak bicara. Tanyanya ketus. *maaf.. Maksut kamu apa ya. Bukankah menyebut nama allah adalah kebaikan. *kamu fikir aku tidak tahu, istighfar disebut jika kita sedang khilaf atau melakukan kesalahan. Atau juga saat kita menahan amarah ketika kita sedang di uji. *gaya saja berhijab tetapi hati masih kotor. Lanjutnya kasar. *maaf.. Maksut kamu apa. Kenapa kamu malah menyudutkan aku seperti itu. Kalo kamu tidak tahu sebaiknya kamu diam dan jaga lisanmu. Aku hanya terkejut kenapa harus k********r itu yang kamu ucapkan. Balasku kesal. Aku ber istighfar karena aku merasa terlalu berlebihan memandang lelaki yang berada di depanku ini. *gaya aja yang sok baik, tetapi aslinya jauh sekali. Kalo kamu mau pertaubatan kamu di ampuni sebaiknya jaga lebih dulu mata dan lisanmu itu. Ucapnya sedikit meninggi. *tau apa kamu soal aku. Kamu bahkan tidak mengenalku tetapi sudah berbicara seperti itu. *kamu.. Kamu artis terkenal prillyana safitri. Artis yang sedang berusaha mencari perhatian dari semua orang dengan cara merubah penampilannya. Berhijab dan tampil muslimah. *kamu hanya tau nama dan profesiku, tetapi kamu tidak mengenal diriku. Hebat sekali kamu tuan, belum mengenal tetapi sudah menjudge orang dengan semaunya sendiri. Kamu bahkan belum mengenal siapa aku. Aku pun berbalik dan hendak keluar. Tetapi aku berhenti di depan pintu masjid. *bahkan seorang p*****r pun mendapatkan tempat tersendiri karena kebaikannya menolong seekor anjing yang sedang tersesat dan kelaparan. Manusia berhak mendapatkan kesempatan keduanya. Bukan karena apa dan untuk siapa. Tetapi karena niat dan usahanya untuk menjadi makmum yang baik. *kamu tidak mengenalku. Tetapi perkataan mu sama seperti mereka yang tidak tahu kehidupanku dan tidak mengenal aku. Berbicara dengan penilaiannya sendiri tanpa memikirkan sang pemilik hati. Ucapku bergetar, air mata ku pun jatuh tanpa harus ku minta. Aku pun bergegas keluar sebelum pria ini tahu jika aku menangis. Tak ku perdulikan panggilan dia yang semakin keras saat aku menjauh. Ya allah.. Kenapa harus kata-kata itu yang harus aku dengar. Kuatkanlah hati dan jiwaku untuk tetap kuat menjalani ini. Memang benar aku sedang mencari perhatian, tetapi perhatian bukan kepada manusia. Perhatian kepada tuhan sang maha pemilik hati ini. 'Sepertinya ayla sudah sampai, terlihat mobilnya yang bergambar kartun kesukaannya hello kity itu sudah terpakir di halaman rumahku. Aku pun bergegas untuk masuk ke dalam rumah. Aku sudah janjian dengannya jam 07:00 pagi. Tetapi karena obrolanku dengan pria tadi, aku jadi terlambat. Segera ku buka pintu rumah yang tak terkunci ini, aku pun berjalan mencari sesosok manusia kecil dengan gaya tomboy nya itu. Kadang aku pun bertanya, dia sangat tomboy jika berpakaian. Tetapi kesukaannya hello kitty, sangat jauh sekali bukan. *assalamuallaikum.. Prilly pulang ma.. Pa. *waallaikum sallam.. Di sini sayang di ruang makan. Teriak mama dari arah ruang makan. *waah.. Sepertinya sudah pada siap ini. Tanyaku yang langsung menjatuhkan badanku di kursi sebelahnya ayla. *lama loe beb.. Habis sholat shubuh apa bersihin masjid sih. Jam segini baru pulang. Selidiknya. *iyaaa maaf.. Tadi masih mau berdoa dulu disana. Jawabku sambil mengambil roti isi yang sudah disiapkan oleh mamaku. *biarin aja ay.. Mungkin aja nanti disana dia ketemu lelaki tampan dan berjodoh dengannya. Aku pun tersedak mendengar pernyataan papa ku ini. Ini termasuk doa atau sindiran buatku. *uhuk.. Uhuk.. Papa. Segera ku ambil air minum yang sudah di sodorkan oleh mamaku. *pelan-pelan dong sayang... Udah lanjutin makannya. Papa jangan bahas seperti itu dulu. Ucap mama. *sensi banget sih beb ama kata jodoh. Sindir ayla. Bukan masalahnya jodohnya. Tetapi karena perkataan papa yang menyebutkan bertemu dengan cowo di masjid dan berjodoh. Kalo dengan pria kasar itu tadi, aku tidak mau. *beb.. Ntar loe harus bisa kontrol emosi loe saat di talk show. Loe tau kan nanti mereka pasti bakal ngrembet tentang loe yang ganti case ini. *ganti case loe fikir gue handphone. Gue udah siapin jawaban kok saat itu terjadi. Jawab ku mantap. Iyaaa.. Aku bakal kasih tau kepada mereka. Aku bukan seperti yang mereka fikirkan. *ya udah.. Ayo sekarang kita berangkat. Kita harus brefing dulu. *gue juga belum ganti ay.. Wait a ten minute. Ntar make upnya di mobil ajah. Aku pun bergegas menuju kamar untuk berganti pakaian. Untung tadi udah aku siapin. *beb.. Ayooo loe lama. Teriak ayla dari bawah. Aku pun segera turun, tak tahan dengan teriakannya si tomboy itu. Tak lupa berpamitan dengan papa dan mama. Dan mereka pun mendoakan ku agar aku tetap tegar dan bersabar. Orang tuaku bukanlah orang tua yang tidak perduli dengan anaknya. Orang tuaku selalu memperingatkanku saat awal aku masuk ke dunia entertaiment. Papa ku seorang pejabat daerah. Tetapi papa tidak pernah menyebutkan jika puterinya seorang artis. Karena papa takut akan memperburuk karierku. Yaaa.. Aku tahu jika di dalam dunia politik jika kita tidak kuat dan tahan akan ujian maka kita akan gagal. Papa ku termasuk orang yang taat kepada tuhannya. Itulah mengapa papa terpilih menjadi pejabat 2x masa jabatan. Aku berdoa jika kelak aku punya suami, akan seperti papa. Jujur baik dan tegas. Tentunya harus seiman. Bukan seperti reza, huft ngomong-ngomong soal reza. Aku tidak tahu dan tidak mau tahu bagaimana keadaannya. Terakhir yang ku tahu setelah dia pergi meninggalkan ku dia berada di bandung. Dia meneruskan usahanya yang berada di sana. *beb.. Loe dari tadi ngelamun mulu. Mikirin apa sih. Aku terperanjat saat ayla mengagetkanku. *lagi kefikiran reza, dia apa kabar yah??. Tanya ku sambil menerawang ke luar jendela. *udahlah beb, cowo kayak dia gak usah difikirin. Seharusnya dia senang ngelihat loe udah berubah. Bukan malah pergi gitu ajah. Sindir ayla. Ayla benar, kenapa aku malah memikirkan reza. Lelaki yang udah meninggalkan aku karena perubahan aku yang katanya sok suci dan gak bermutu. Mobil kita pun telah sampai di depan gedung yang megah. Aku dan ayla pun turun. Sepertinya kita sudah di tunggu. Aku pun segera masuk dan bergabung dengan team. Semuanya menyapa ku dan brefing pun di mulai. Pertanyaan seperti ini yang paling aki tidak suka. Menebak tanpa tahu yang sebenarnya. *bagaimana jawaban anda prillyana tentang pemikiran orang-orang tentang kamu selama ini. Dan apakah benar kamu seperti di beri hidayah saat kamu pulang dari umroh. *saya tegaskan sekali lagi, saya berhijab bukan karena mencari sensasi atau pun ingin mencari perhatian. Setiap manusia bisa mendapatkan kesempatan kedua. Dan saya yakin saat ini kesempatan kedua itu sedang saya jalani. *bukan masalah karena apa dan untuk siapa. Tetapi karena ini adalah kewajiban saya sebagai hambanya. Menjadi lebih baik tidak perlu alasan kan. Dan memang benar, saya seperti di beri hidayah setelah saya pulang dari umroh. *Ada peristiwa yang membuat saya menjadi seperti saat ini. Mungkin benar jika kita akan mendapat balasan saat kita berada di tanah mekkah. Dan this is me, saya yang seperti terlahir kembali.Saya tidak perduli jika banyak yang menghujat karena perubahan saya. Ya, karena tanggung jawab saya hanya kepada tuhan saya. *lalu bagaimana dengan semua job dan kontrak kerja.?? *saya sudah menyelesikannya sebelum saya memutuskan untuk berhijab. Dan saya yakin saya akan mendapat yang lebih dari apa yang saya bayangkan. Terima kasih. *wow.. Jawaban yang sangat bagus. Saya suka dengan jawaban kamu. Kamu benar, menjadi baik tidak perlu untuk siapa dan karena apa. *baiklah, terima kasih prillyana safitri sudah mampir ke acara talk show kami. Semoga banyak yang bisa mengambil hikmah dari pelajaran hari ini. Terdengar suara riyuh tepuk tangan dari semua penonton yang hadir di studio ini. Aku pun bersalaman dan berfoto dengan fans ku yang tetap setia menungguku sedari tadi. Banyak sekali yang memberi dukungan terhadapku. Terima kasih ya allah engkau telah memberi ku kesempatan kedua ini. Aku pun berjalan menuju ayla yang sudah menungguku di backstage. Aku harap esok hari akan menjadi hari yang cerah untukku. ?????????
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD