Jatuh Cinta

1315 Words
Muhammad ali syarief Kamu adalah mutiara yang tidak terlihat, senyum dan tawamu bagaikan cahaya yang bersinar di malam hari. Inikah alasanmu memakai hijab, kenapa aku jadi sedikit tertarik dengan kehidupan mu. Kebaikan hati dan kelembutan setiap perkataanmu membuat semua orang terhipnotis. Ya sepertinya aku sudah mulai tertarik padamu, jatuh cinta ? Entahlah. Tok..tok..tok. Kudengar ketukan pintu dari depan ruanganku. Segera ku matikan tv yang tadi aku nyalakan untuk menonton gadisku. Oh kenap aku jadi seperti ini. *Masuk!!!. Teriaku yang bersamaan dengan masuknya sekretarisku. *Permisi pak ali, saya hanya mengingatkan jika satu jam lagi kita akan meeting di luar dengan marketing sekaligus model iklannya. *iya rosa, saya ingat. Terima kasih dan kamu boleh keluar. *Baik pak, permisi. *eh tunggu.. Haduh tuh orang kapan keluarnya sih. Baru juga mau aku tanya siapa yang jadi bintang iklannya. Ya sudahlah kenapa aku memikirkan itu, toh biasnya aku tidak perduli. Sepertinya aku harus bersiap-siap. Setelah melaksanakan sholat dhuhur, Aku berjalan keluar menuju tempat parkir dimana mobilku terparkir, aku lagi tidak ingin memakai sopir jadi aku putuskan untuk menyetir sendiri. Rosa sekretarisku ku dan team marketingku, ku suruh sopir yang mengantarkannya. Karena aku tidak mau wanita manapun memasuki mobilku kecuali mama dan istriku kelak. Lagian kata pak kyai, jika ada wanita dan pria di dalam mobil dalam satu waktu dan bukan mahromnya itu dilarang. Haram hukumnya dan bisa menimbulkan fitnah. Walaupun aku hidup serba kecukupan, aku tidak pernah melupakan kewajibanku kepada tuhanku. Karena ketaqwaan tidak bisa digadaikan dengan apapun. Kulajukan mobilku menuju tempat dimana di adakannya meeting. Membelah jalanan ibu kota yang sangat padat ini. Fikiranku kembali kepada gadis berhijab itu, aku harus mencari tahu sesuatu tentang dia. Sepertinya aku sedikit terlambat, karena rosa sudah tiba. Bagaimana aku bisa tahu. Karena mobil kantorku sudah terparkir di depan cafe ini. Plus lengkap dengan pak sopirnya. Kenapa aku jadi deg-degan ya, padahal cuman mau meeting saja. Mungkin hanya perasaan ku saja. *Selamat siang maaf saya telat, sedikit ada masalah di jalan tadi. Sapa ku saat sudah berada di depan kursi mereka. *oh tidak papa pak ali, kami belum mulai kok. Silahkan duduk dulu. Tunggu, sepertinya aku kenal dengan wanita di depanku ini yang baru saja melepas kacamatanya. Dan benar saja, bukan cuman kenal tetapi tadi aku melihatnya di tv. Astagfirullah di dalam ruangan pun kacamata baru di lepas. Sok artis banget nih cewe. *Subhanallah, dunia memang sempit ya. Kita bertemu disini nona prilly. Ya , yang kini ada di depanku adalah prillyana safitri, dia tersenyum kepadaku dan mengulurkan tangannya tetapi tidak menyentuh bagian tanganku. Hanya ujungnya saja. *Prilly, cukup panggil prilly saja pak ali. Ucapnya ramah. *Kalo begitu kamu juga panggil saya ali, hanya ali. Balasku tak kalah ramah. Sekretarisku dan managernya pun langsung menoleh, mungkin mereka terkejut dengan tingkahku dan prilly. *Maaf, pak ali ini model yang akan menjadi bintang iklan produk kita. Namanya prillyana safitri. Ucap salah satu team dari marketing ku. Oh jadi dia yang akan bekerja sama dengan perusahaanku. Bagus, jadi aku tidak perlu bersusah payah mencari tahu tentang dia. *Bagus.. Bagus. *Maaf pak kenapa. Apanya yang bagus. *Ooh.. Tidak. Maksud saya bagus kalo sudah cocok. Mari kita lanjutkan. Aku pun hanya menggaruk tengkukku yang tak gatal. Dia hanya tersenyum, ya allah sungguh indah senyumannya. Team dari perusahaanku pun menjelaskan kontrak dan jadwal untuk foto syut. Terlihat manajernya pun ikut tersenyum dan menyetujui perjanjian ini. Kenapa aku sangat bahagia sekali melihat dia tersenyum, berbeda dengan saat dia di masjid tadi pagi. Dia sangat cantik, sungguh cantik apalagi dengan penampilannya yang muslimah. Sepertinya mama akan setuju kalo aku bisa menikah dengan gadis seperti dia. *Pak ali, pak bagaimana menurut anda.?? Suara rosa mengagetkanku dari lamunan indahku. Aku pun mengangguk dan memberi senyuman kepada semuanya. Dan meeting pun selesai, besok foto syut nya akan dimulai. Aku tidak sabar bisa bertemu lagi dengan gadis bermata hazel ini. Ya allah, kabulkan lah doaku. Apakah wanita seperti ini yang akan menjadi jodohku. Kalo boleh memilih. Aku akan memilihnya. *Ehmwm.. Kenapa kamu mau bekerja sama denganku.?? Sejak kapan dia berada disamping ku. *Karena kamu sudah terpilih menjadi bintang iklan di perusahan ku. *Loe terpaksa.. Kan loe yang bilang kalo gue cewe yang sok baik dan sok suci. Kenapa loe mau terima gue. Aku pun sedikit mendekat dan melihat ke arah mata indahnya. Dia pun sedikit mundur karena terkejut dengan tingkahku. *Kamu, panggil aku kamu. Jangan loe gue. Karena menurutku kamu memang pantas. Lagi pula aku tidak mungkin meragukan team ku. Dia sepertinya salah tingkah dengan ucapanku. Wajahnya langsung memerah. *So.. Jadi kenapa harus pakai alasan untuk menolak kamu. Hmm.. Tanyaku sambil tersenyum. *eeh.. Eh.. Astagfirullah. Dia kembali istighfar. Sepertinya memang dia mengagumiku. Kelihatan setiap dia memandangku dia selalu berucap seperti itu. *Maaf, aku permisi dulu. Terima kasih atas kepercayaannya. Dia pun berjalan mendahuluiku dengan wajah yang masih terlihat merah. Dia masuk ke dalam mobil. Dan pergi berlalu dari hadapanku. *Pak ali kenal dengan mba prilly. Tanya sekretaris ku. *Dia calon istriku. *Apa..!!! Dia pun berteriak terkejut dengan perkataan ku. *Oh. Bukan, maksud saya dia tetangga saya. Cuman memang kami tidak terlalu akrab. Jelas ku yang dibalas dengan anggukan olehnya. *Kalo begitu saya pamit dulu ya rosa, kalo ada apa-apa kamu cepat hubungi saya. Dan jangan lupa persiapan buat besok harus bagus dan rapi. Terangku panjang lebar. Aku pun berlalu dan segera melajukan mobilku untuk pulang ke rumah. Rasanya badanku sudah pegal-pegal karena hari ini cukup melelahkan. Semoga besok bisa fit, karena harus bertemu dengan gadisku. Gadis bermata indah. ######### *Kenapa bisa gak datang sih. Tuh artis belagu banget. Dia fikir dia siapa seenaknya ajah kayak gini. Ucapku penuh emosi, bagaimana tidak saat proses foto syut sudah di mulai, tetapi model belagu itu gak datang dengan alasan yang gak jelas. *Saya juga tidak tahu alasannya pak ali. Terus bagaimana ini, apa masih di lanjut. Tanya rosa sekretarisku. *Jelas lanjut dong. Saya yang akan menggantikannya. Ucapku sedikit melembut. Hah... Apa..?!! Teriak semua orang yang berada di hadapanku ini. Apanya yang salah aku cuman menggantikan artis yang sok belagu, ya lumayan lah bisa foto berdua juga dengan prilly kalo begini. *Kenapa.. Ada yang salah. Cepat siapkan bajunya. Suruhku dan mereka pun bergegas meninggalkan ku. Aku pun berjalan hendak menyapa prilly, dan akan memberitahukan jika aku lah yang akan foto dengannya. Tetapi sayup-sayup ku dengar bisik-bisik membicarakan prilly. Banyak yang mengatakan jika model cowonya tidak mau datang karena tidak mau satu lokasi dengan prilly. Dan sepertinya prilly mendengar hal itu, terlihat dia sedang berbincang dengan sang manager. Wajahnya berubah sendu. Pelan-pelan ku dekati dia, dan sedikit aku mendengar perbincangan mereka. *Tuh kan ay.. Loe lihat sendiri bahkan untuk foto bareng gue aja dia gak mau. Siapa sih modelnya kenapa dia sampai segitunya. *Udah lah beb,,, mungkin itu cuman kabar burung ajah. Siapa yang bakal nolak kerjasama bareng artis terkenal dan cantik kayak loe. *Tapi kan ay.. Loe lihat sendiri. Segitu gak pantesnya ya gue. *Yang bisa membuat kita pantas atau tidak hanya ahlak yang mulia, jadi kamu gak perlu takut akan hal itu. Dan aku pastikan bahwa model cowo itu tidak akan dipakai oleh perusahaan fashion manapun. Jawabku memotong perbincangan mereka. *Maksud kamu.?? Tanyanya sambil melirik ke arahku. *Buat saya itu adalah sebuah penghinaan, karena kalo sudah ada perjanjian dia harus bisa menepatinya. Entah apapun alasannya. *Anda benar pak ali, kerja kalo dengan cara seperti lelaki itu pasti akan banyak ruginya. Bukankah kita harus profesional dalam bekerja. Jawab manager nya yang ku tahu bernama ayla itu. *Loe ya ay.. Kenapa jadi ngikut-ngikut sih. Terus diganti dengan siapa model cowonya?.tanyanya kepadaku *Nanti juga kamu akan tahu, aku permisi dulu ya. aku pun berjalan meninggalkan dia yang masih menggerutu. *Sok misterius, siapa juga yang kepo. Lucu sekali mukanya jika seperti itu, jangan dikira aku tidak lihat. Aku melihatnya sangat jelas dari balik kaca yang ada di depanku ini. Yang langsung bisa melihatnya. Sepertinya aku benar-benar tertarik dengan gadis ini. Bukan hanya tertarik tetapi jatuh cinta. Ya aku sudah jatuh cinta dengannya. Dan akan aku pastikan jika Dia juga akan membalasnya. ????????
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD