"Sudah bangun?" tanya Panji saat tanpa sengaja menatap Indira yang membuka matanya. Indira yang mendengar suara Panji pun lekas menengok. Tubuhnya terhentak sejenak saat mendapati Panji duduk dengan laptop di pangkuannya. Sedetik kemudian, Indira mengusap wajahnya kasar. Dia baru sadar jika Panji telah menjadi suaminya. "Kenapa terkejut seperti itu? Kamu lupa kalau sekarang sudah bersuami?" tanya Panji jahil. Dia menatap Indira sembari menutup laptopnya. Indira menahan rasa kesal yang bercokol di hatinya. Kemudian, dia langsung membangunkan tubuhnya kasar. Karena terlalu kasar, Indira pun berakhir meringis kesakitan. "Jangan langsung bangun. Kamu, kan, lelah habis lari dari suamimu," ujar Panji. Dia melipat tangannya dan tersenyum menatap Indira yang melayangkan sinyal peperangan

