BAB 18

1331 Words

Rumah berlantai tiga itu tampak sunyi, seolah menyembunyikan riuh di balik dinding megahnya. Dari kejauhan, cahaya lampu temaram di ruang makan memantulkan siluet keluarga yang tengah berkumpul. Para pelayan sibuk mondar-mandir, menata piring porselen dan menyusun hidangan beraneka rupa di atas meja panjang. Sofia menatap penuh tanya; jumlah makanan kali ini jauh melampaui biasanya, seolah menyambut sesuatu yang penting. “Siapa yang mau datang, Pa?” tanyanya. Sang papa mendongak dari atas ipadnya. “Temanmu.” Sofia ternganga. “Hah, siapa?” Sofia menatap sekeliling meja makan, mencari jawaban dari wajah-wajah keluarganya. Namun tak seorang pun menoleh, seakan keheranannya hanya bergema di kepalanya sendiri. Papa larut dalam berkas-berkas pekerjaannya, sementara Mama masih sibuk mengomel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD