BAB 17

1408 Words

Natalia merapikan kerah jas Victor, jemarinya berhenti sesaat saat melihat punggung tangan suaminya. Ada bekas kemerahan di sana, seolah pernah tergores atau terkena sesuatu yang panas. Alisnya berkerut, rasa ingin tahu menyeruak, namun lidahnya kelu untuk bertanya. Victor menatap jam tangannya dengan dingin, sama sekali tidak menyadari sorot mata istrinya. Hari ini Natalia tak memiliki agenda penting, berbeda dengan Victor yang sudah dijejali pertemuan sejak pagi. Ia berniat ke salon, sekadar merawat diri, menggunting rambut, dan mempercantik kuku. Namun bayangan bekas luka di tangan suaminya terus menempel di pikirannya, menimbulkan tanda tanya yang belum berjawab. “Apa yang terjadi? Kenapa tanganmu luka?” Victor menggeleng. “Nggak apa-apa, Sayang. Nggak sengaja kena rokok.” “Nggak s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD