KADO SPESIAL.
ROSITA.
BERBULAN-BULAN KEMUDIAN
“ Sayang maaf ya, betul-betul Ayah minta maaf karena malam ini terpaksa harus membatalkan acara makan malam lag. Sungguh. Tapi ini betul-betul mendadak karena ada kasus kebocoran data Agent di Rusia dan….”
Sebelum Jalaludin Arkansyah sempat menyelesaikan ucapannya, Rosita langsung mematikan sambungannya begitu saja sambil memaki kesal.
Selalu begitu, bukan kali pertama Jalal membatalkan janji penting mereka berdua, padahal sudah berbulan-bulan lamanya mereka menikah namun masih cukup susah bagi Rosita untuk menerima dengan ikhlas apabila Suaminya harus pergi meninggalkannya. Padahal Rosita tahu betul kalau Mata Garuda adalah bagian terpenting dari hidup Suaminya, bahkan bisa dibilang itulah jati diri Suaminya. Tapi tetap saja Istri mana yang tak kesal jika mereka sering bukan menjadi prioritas Suaminya.
Rosita tahu dirinya salah, tidak seharusnya merasa demikian. Rosita juga tahu dia begitu egois, kalau dulu Rosita mampu memendam berbagai macam perasaan yang berkecamuk namun entah kenapa, belakangan, kondisinya sangat kacau. Ia tiba-tiba bisa merasa sangat marah akan berbagai hal, namun disisi lain tanpa ada penyebabnya bisa tersenyum, tertawa, dan terbahak-bahak karena hal sepele. Dan juga bisa begitu mengamuk karena perkara remeh.
Seperti contohnya saja kemarin pagi, Jalal lupa membuatkan sarapan roti bakar keju coklat kesukaan Rosita, padahal aktifitas membuatkan sarapan tak pernah Suaminya lupakan setiap kali dia ada dirumah. Padahal itu cuma masalah sepele. Atau saat Suaminya tidak memujinya ketika Rosita memotong rambutnya, padahal yang dipotong oleh Rosita hanya bagian poni.
Rosita sendiri merasa sangat bingung dengan kondisi emosinya yang sangat begitu tidak stabil belakangan ini, sampai-sampai Rosita memiliki keinginan untuk menemui Psikiater saja. Namun hal itu tidak berani dia sampaikan pada Jalal, takutnya Jalal justru membawanya ke Kyai atau Pesantren tertentu dan merukiyah dirinya. Meski Rosita yakin Jalal tidaklah se-skeptis itu.
“ Kenapa? Dibatalin lagi ya janjinya?” tukas perempuan yang berada disamping Rosita. Sibuk memotong kentang.
Rosita memutar kepalanya, memandang Nagita Azmar, atau yang lebih dikenal sebagai Kania Contramande saat ini. Istri dari William Contramande, sekaligus putri kandung Cindy, Pemilik Mata Garuda, atasan langsung Suaminya. Keduanya menjadi begitu sangat dekat setelah Kania diselematkan oleh Suaminya dari tragedi insiden mengerikan yang terjadi tak lama setelah kasus penculikan Rosita. Saat Rosita merasa hidupnya sudah sangat drama, maka duduklah bersama seorang Kania dan dengarkan kisahnya, maka kalian akan sadar jika cerita-cerita dalam film bergenre suspence romansa itu nyata adanya. Kania buktinya.
“ Menurutmu, Jalal menganggapku sebagai seorang Istri sejati tidak sih” Rosita memulai.
Kania langsung memberikan perhatian penuh kepada kawannya tersebut dan menghentikan aktifitas memotongnya.
“ Maksud aku. Buat apa dia menikah kalau ujung-ujungnya cuma untuk terus meninggalkanku? Buat apa membuat janji kalau akhirnya juga dia batalkan? Buat apa meminta maaf kalau terus mengulangi kesalahan yang sama? Buat apa semua itu?”
Rosita meledak.
Kania tahu seakan apa yang harus dia lakukan, tersenyum. Kania melepaskan apron putih miliknya. Menarik pisau yang ada ditangan Rosita, melepaskan celemeknya dan berkata dengan suara semanis madu.
“ Kamu tahu apa yang kamu butuhkan. Refreshing”
Rosita melongo. “ Hah, lalu masakannya”
“ Sudah nanti kita makan diluar saja”
Kania dengan cepat membereskan dapur, memasukkan sisa-sisa bahan bagus dan yang sudah terlanjur akan dimasak, dipilah, membantu Rosita mencuci peralatan memasak. Kemudian menyuruh Rosita untuk segera ke ruang keluarga.
“ Kamu yang memilih mau menonton apa, aku bakal pesankan makanan. Kamu mau sesuatu?” tanya Kania, membuka ponsel pintarnya.
“ Emm…..NasI Goreng?”
Kania memutar bola mata. “ Cemilan sayangku?”
“ Terserah kamu saja deh”
“ Oke pizza ya” kata Kania bersemangat.
Gantian Rosita yang memutar bola matanya.
Setelah Rosita selesai memilih apa yang akan mereka tonton, giliran Kania yang tampak kaget. “ Kamu serius mau menonton ini?”
Rosita mengangguk.
Kania pikir Rosita tipe gadis manis yang akan duduk tenang dan menonton film-film romantis, nyatanya tidak.
“ Terakhir kamu menonton season berapa?” tanya Kania.
“ Aku sudah menonton sampai season terakhir” jawab Rosita bersemangat.
Kedua alis Kania terangkat keatas. Namun tak memprotes, Kania langsung memutar judul serial yang dipilihkan temannya itu.
Yang Rosita pilih adalah serial Game of Thrones, sebuah serial high fantasy yang tengah sangat populer, mendunia, dan juga begitu digandrungi oleh banyak masyarakat saat ini. Didasarkan pada novel berjudul A Song of Ice and Fire.
Mereka baru memulai beberapa menit awal episode pertama saat pizza pesanan mereka datang, aroma lezatnya peperoni pizza langsung menyeruak memenuhi seisi ruangan begitu tempatnya dibuka.
“ Pizza dan Game of Thrones memang perpaduan sempurna” bisik Kania. Terdengar begitu bahagia.
“ Kamu memangnya jarang makan ini ya?” tanya Rosita penasaran.
“ Dulu sih iya, tapi sekarang, Will terlalu memanjakanku, setiap hari menyuruh Chef kami memasakkan berbagai hidangan mewah yang jujur, lama-lama membuatku jadi merasa ini bukan seperti aku. Jadi aku meminta Chef supaya memasak makanan-makanan seperti itu jika ada acara spesial atau akhir pekan saja”
Rosita mengangguk-angguk memahami. “ Aku pribadi lebih suka makanan Indonesia atau Timur Tengah. Tapi pizza juga tak masalah” lalu mulai mencomot satu suap porsi besar.
Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, tahu-tahu kedua wanita itu sudah menyelesaikan tiga episode awal dari season akhir serial epik tersebut.
“ Karakter favoritmu diserial ini siapa?” Kania melontarkan pertanyaan tersebut. “ Kalau aku, sangat suka pada Arya Stark”
Rosita tertawa. “ Dia memang sangat kamu sekali”
Kania ikut tertawa. “ Kamu salah, Arya itu Bree sekali”
“ Iya kamu benar sekali! Britania memang sangat Arya. Jujur saja, saat dulu pertama kali bertemu dia, aku merasa begitu cemburu. Dia itu sempurna”
Kania mengangguk sambil menenggak cokenya. “ Kamu benar, aku juga sempat cemburu. Aku tidak mengira Suamiku punya adik secantik itu”
Rosita tersenyum. “ Betul kan. Berani bertaruh Agent Alfa pasti menyukainya”
“ Razer juga” celetuk Kania spontan.
“ Hah” Rosita melongo.
“ Sudah ah, kenapa jadi menggosipkan orang lain sih. Kamu belum jawab, siapa yang kamu suka?”
Rosita terkekeh. “ Baiklah, mari kita pikirkan….rasanya aku sangat suka padaaa…..Night King”
Kania sampai tersedak, dan terbatuk-batuk. Rosita buru-buru meletakkan pizzanya keatas piring, mengambilkan tisue dan membantu temannya tersebut.
“ Serius Sita, dari sekian banyak tokoh? Kok?”
Rosita tahu dirinya bakal disebut aneh. “ Karena kalau tidak ada dia, maka cerita ini tidak akan menjadi seru dan tidak akan berjalan. Keseluruhan bagian dari cerita ini sangat berkaitan dengan tokohnya”
“ Jadi, Jalal mirip Night King ya?” goda Kania.
Rosita mendengus kesal. “ Dia sih lebih parah dari itu” kemudian Rosita menatap Kania, sebuah ide terlintas dalam benaknya. “ Malam ini menginap saja disini. Suamimu bukannya juga sedang ke luar negri?”
Kania tertegun. “ Terus kalau Jalal pulang, dia tidur dimana dong?”
Rosita menggeleng. “ Biarkan dia tidur disini” jawabnya ketus.
Kania tertawa terbahak-bahak.
“ Sebentar aku mau ambil ice cream dulu. Kamu mau kan?” tanya Rosita sambil berdiri.
Namun baru beberapa saat, Rosita langsung memegangi perutnya. Dan mengerang kesakitan.
“ Astaga, kamu kenapa Sita?”
Kania buru-buru membantu temannya duduk.
“ Perutku, tiba-tiba sakit, seperti kram” tukas Rosita, mengernyit menahan sakit.
“ Kapan terakhir kali kamu datang bulan?”
Rosita tampak bingung. “ Sepertinya bulan lalu”
“ Kita ke Dokter ya”
Rosita menggeleng. “ Tidak usah, nanti aku minum obat juga pasti langsung sembuh”
Kania menggeleng. “ Kamu bercanda ya, bagaimana kalau serius. Seperti kepalaku dulu. Sekarang kamu berdiri, kita bersiap, ke Dokter. Sekarang!”
Sekarang Rosita paham kenapa semua orang menyebut Kania Contramande seorang pengatur sejati. Seperti terhipnotis, Rosita langsung mau-mau saja menuruti perintahnya. Dan tak lama kemudian, mereka sudah berkendara didalam mobil import terbaru milik Kania, melaju menuju Rumah Sakit.
*****************************
JALAL.
Begitu mendapat telpon dari Kania perihal istrinya yang berada di Rumah Sakit, tanpa banyak berpikir Jalal langsung berlari pergi dari lokasi kantor pusat Rahasia Mata Garuda yang berada di Bandung. Padahal dia sedang dalam pertemuan penting perihal adanya mata-mata dari Rusia yang sudah menculik agent mereka di Rusia.
“ Naik Heli saja lebih cepat” kata Cindy pada Jalal.
Lelaki itu mengangguk, sebuah Helikopter atas nama posisi Jalal di Mata Garuda beserta Pilotnya sudah menanti dihalaman belakang markas rahasia, yang dari luar nampak seperti sebuah perusahaan kimia bekas.
Sepanjang perjalanan Jalal menyalahkan dirinya sendiri, belakangan dia sudah merasa curiga atas kondisi Istrinya. Menjadi mudah marah, sangat sensitif dan juga tidak gampang terbaca seperti sebelumnya. Jalal curiga jikalau bisa jadi Istrinya sakit. Dan hari ini, semua ketakutan Jalal terjadi.
“ Semoga belum terlambat” batinnya.
**************************
Jalal berlari cepat menyusuri sepanjang lorong Rumah Sakit yang menjadi tempat Rosita berada. Dan dia langsung menemukan Rosita sedang bersama Kania didepan ruang tunggu Dokter Umum. Wajahnya tampak sangat pucat, dan Kania tampak berusaha menenangkannya.
“ Sayang, kamu baik-baik saja kan? Apa yang terjadi” tanya Jalal, bergantian pada Istrinya dan sahabat baik Istrinya tersebut.
Alih-alih menjawab, Rosita justru berdiri dengan cepat dan berkata dingin pada Suaminya. “ Kita bahas dirumah saja”
Dan tanpa menunggu Suaminya, Rosita berjalan mendahului.
Jalal tampak sangat kaget, memandang Kania seakan meminta pertolongan. Tapi wanita itu cuma bisa tersenyum tipis.
Jalal dan Rosita memutuskan untuk menumpang pada kendaraan Kania, dengan Jalal yang menyetir. Sesampainya dirumah, Rosita dan Kania berpamitan dan tampak bicara serius sesaat. Sebelum akhirnya Rosita berbalik dan masuk kedalam rumah.
“ Sayang” Jalal menghampiri Rosita.
Perempuan itu berjalan menuju dapur, mengambil segelas air dingin dari dalam kulkas.
“ Sita, pleaseee…” Jalal memohon. “ Aku tahu belakangan aku begitu sibuk dengan segala hal dan sampai-sampai seakan-akan melupakanmu. Tapi aku berani bersumpah kamu tetap yang utama untukku”
“ Aku tahu. Buktinya sekarang kamu langsung ada didepanku kan. Berlari ke Rumah Sakit begitu Kania menelponmu. Dari situ aku tahu, aku lebih penting bagimu daripada apapun”
Jalal disatu sisi langsung merasa lega. “ Lalu?”
Rosita membalikkan badan. Dengan ekspresi datar dia berkata lagi. “ Aku hamil”
“ Ap….”
Dua kata, dan itu sudah cukup untuk membuat Jalal terpaku membeku dipenuhi keterkejutan. Tapi hanya sesaat. Berikutnya ledakan kegembiraan memenuhinya.
Jalal menghambur memeluk Istrinya, dan Rosita meledak dalam tawa. “ Aku hamil! Dokter bilang sudah dua bulan!”
“ MasyaAllah” Jalal tak kuasa langsung menciumi wajah, pipi, dan bibir Rosita. “ Terima kasih banyak sayang. Sungguh, ini, kado paling luar biasa kedua dalam hidupku yang diberikan oleh Allah, selain dirimu”
Rosita tertawa sambil menangis. “ Tadinya aku tak yakin bakal bisa mengerjaimu sampai dirumah, tapi Kania bilang kamu berhak dikerjai setelah…yah…”
Jalal terbahak-bahak. “ Dasar Contramande”
“ Aku berjanji akan segera mengambil cuti sesegera mungkin sebelum anak kita lahir, dan berjanji akan lebih sering ada untukmu, mulai sekarang”
“ Tidak perlu begitu, aku tahu benar Mata Garuda juga hidupmu, dedikasimu. Aku bisa memahami semua itu. Yang aku inginkan cuma satu, kamu tahu kapan waktunya harus berhenti saat memang harus” Rosita mengalungkan kedua tangan dileher Suaminya. Kemudian memberikan sebuah ciuman mesra.
Jalal langsung membalasnya dengan hati dipenuhi cinta.“ Terima kasih karena sudah begitu bersabar padaku”
“ Selamanya bersama” bisik Rosita.
“ Selamanya”
The END.