Empat Puluh Dua I I Kendric Pov

2031 Words

Aku berhenti sejenak untuk mengambil nafas, lantas memegang knop pintu dan menggerakan nya. Hari ini aku pulang larut, sekarang sudah pukul 9 malam, kenapa aku pulang selarut ini? kalian tau kan tadi emosiku meledak-ledak jadi kuputuskan untuk merenungkan semua hal sendirian. Disaat pikiranku sudah tenang barulah aku pulang, dan berharap Radista mau memaafkan semua kesalahanku. Menyapukan pandangan ke seluruh isi kamar, aku tak menemukan batang hidung Radista. Kemana cewek itu pergi? Mencoba untuk tetap tenang, aku keluar kamar tak sengaja berpapasan dengan Mama yang baru mau naik ke lantai atas “Ma, Radista udah pulang belum?” tanyaku, agar Mama tidak curiga jadi aku memasang wajah senormal mungkin. Mama menggeleng “Belum, dari tadi Mama juga nggak lihat dia. Memangnya dia kemana? nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD