bc

(MALINKUNDANG) ANAK DURHAKA YANG DIKUTUK MENJADI BATU

book_age4+
4
FOLLOW
1K
READ
drama
tragedy
mystery
like
intro-logo
Blurb

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang janda bersama seorang anak laki-laki, di perkampungan Pantai Air Manis, Padang Sumatera Barat.Perempuan itu bernama Mande Rubayah, sedangkan anak laki-lakinya bernama Malin Kundang.

Sejak kanak-kanak, Malin Kundang menjadi yatim sepeninggal ayahanda.

Beranjak dewasa, Malin Kundang hendak mengubah nasibnya jadi orang besar. Ia meminta restu sang ibu untuk merantau ke negeri sebrang.Pucuk dicinta, ulam pun tiba, sebuah kapal besar berlabuh di Pantai Air Manis. Kedatangan kapal tersebut mengukuhkan hati Malin Kundang untuk pergi merantau.“Bu, saya ingin mencari kerja, merantau ke negeri orang,” kata Malin dengan suara lirih.“Belum tentu setahun sekali ada kapal besar merapat di pantai ini. Saya akan mencari kerja agar nasib kita berubah dan terbebas dari kemiskinan.”Meski dengan berat hati, akhirnya sang ibu pun mengizinkan anaknya pergi merantau.Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, Malin Kundang telah pergi meninggalkan kampungnya tanpa pernah memberi kabar kepadaibunya.Hingga pada suatu hari, sebuah kapal besar berlabuh di pantai Air Manis.

Melihat hal itu, Mande Rubayah ikut berdesakan mendekati kapal tersebut. Ia sangat yakin bahwa lelaki muda itu adalah Malin Kundang. Tanpa canggung, ia langsung memeluk Malin erat-erat, seolah takut kehilangan anaknya lagi.Lalu ia pun menyapa Malin dengan suara serak, karena menahan tangis bahagia.“Malin, anakku, mengapa begitu lamanya kau meninggalkan ibu?” Malin terpana karena ia tak percaya bahwa wanita itu adalah ibunya.Sebelum sempat berpikir, istri Malin Kundang yang cantik jelita menghina ibu Malin Kundang yang merupakan mertuanya sendiri.Cuih! Wanita buruk inikah ibumu? Mengapa kau membohongi aku?,” katanya.Sang istri pun bertanya ke pada Malin Kundang apakah wanita tersebut benar ibunya.“Bukankah dulu kau katakan ibumu adalah seorang bangsawan sederajat dengan kami?”

Mendengar kata-kata istrinya, Malin Kundang mendorong wanita tua itu hingga terguling ke pasir.Mande Rubayah berkata lagi untuk meyakinkan Malin Kundang bahwa ia adalah ibunya.“Malin, Malin, anakku. Aku ini ibumu, Nak!” ucap Rubayah dengan lirih.Walau begitu, Malin Kundang ternyata tidak menghiraukan perkataan ibunya.“Hai, Perempuan tua! Ibuku tidak sepertimu, engkau tampak sangat miskin dan kotor!” kata si Malin sambil mendorong wanita tua itu hingga terkapar pingsan.Ketika Mande Rubayah sadar, Pantai Air Manis sudah sepi. Di laut dilihatnya kapal Malin semakin menjauh.

Hatinya perih seperti ditusuk-tusuk. Tangannya ditengadahkan ke langit seraya berdoa.Ya Allah, Yang Maha Kuasa, kalau dia bukan anakku, aku maafkan perbuatannya tadi. Tapi kalau memang benar dia anakku, Malin Kundang, aku mohon keadilan-Mu.Tidak lama kemudian, cuaca di tengah laut yang tadinya cerah, mendadak berubah menjadi gelap.Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba datanglah badai besar menghantam kapal Malin Kundang. Seketika kapal itu hancur berkeping-keping. Kemudian terempas ombak hingga ke pantai.Keesokan harinya, di kaki bukit terlihat kepingan kapal yang telah menjadi batu, itulah kapal Malin Kundang.Tak jauh dari tempat itu, nampaklah sebongkah batu yang menyerupai tubuh manusia. Konon, itulah tubuh Malin Kundang anak durhaka yang terkena kutukan ibunya menjadi batu.Di sela-sela batu itu, berenang-renang ikan teri, ikan belanak, dan ikan tenggiri. Konon, ikan ikan itu berasal dari serpihan tubuh sang istri yang terus mencari Malin Kundang.

HIKMAH CERITA TERSEBUT ADALAH, HORMATI ORANGTUAMU HINGGA AKHIR HAYAT

chap-preview
Free preview
PESAN MORAL YANG HARUS KITA AMBIL DALAM SEBUAH KEHIDUPAN DAN SANGAT BERMANFAAT UNTUK KITA SEBAGAI ANAK DARI KEDUA ORANGTUA KITA
Singkat cerita, dongeng Malin Kundang adalah seorang anak muda yang durhaka kepada ibunya, sehingga membuat sang ibu sakit hati dan Tuhan pun murka. Tak lama, Malin Kundang diberi hukuman berupa kutukan menjadi batu. Tidak hanya bercerita, Anda pun bisa memberitahu dan menjelaskan bahwa di dalam dongeng Malin Kundang ada beberapa pesan moral yang perlu si Kecil ketahui. MENGHORMATI ORANGTUA Pesan moral dongeng Malin Kundang yang pertama adalah wajib menghormati orangtua. Mulai dari menghargai hingga menyayangi harus dilakukan seorang anak kepada orangtua dalam keadaan hidup ataupun wafat.Bagaimanapun juga, orangtua sudah bekerja keras dan berusaha untuk memperbesarkan anak dengan merawat dan memberi kasih sayang tanpa pamrih. TIDAK BOLEH BERBOHONG Di dalam dongeng Malin Kundang terdapat sebuah alur cerita di mana Malin ingin menikahi seorang perempuan. Namun ia berbhohong dengan mengatakan bahwa ia berasal dari keluarga ningrat dan kaya. Bahkan di depan istrinya, ia tidak mengakui bahwa sang ibu adalah ibu kandungnya. TIDAK BOLEH LUPA DIRI Satu pesan moral yang cukup penting di dalam dongeng Malin Kundang adalah tidak boleh lupa diri apabila sudah sukses. Hal ini diceritakan dalam dongeng Malin Kundang. Ketika Malin merantau dan meraih kesuksesan, ia melupakan siapa dia dan darimana ia berasal. Alhasil, ia pun tidak mengakui ibunya karena merasa malu memiliki ibu yang miskin. Jelaskan pada si Kecil, apa yan dilakukan Malin adalah hal yang salah dan ingatkan apabila ia sudah meraih kesuksesan nantinya, pastikan ia tetap rendah hati dan tidak sombong.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

JANUARI

read
49.4K
bc

Sang Pewaris

read
54.0K
bc

Marriage Aggreement

read
87.1K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.2K
bc

TERNODA

read
199.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook