Ava menatap pria di depannya. Siapa lagi kalau bukan Kalingga Elang Danuarta? Sedang makan dengan begitu lahap. Iya, makan malam bersama sepulang ngantor. "Om nggak makan berapa hari, sih?" Kok, macam orang kelaparan? Melihat Elang makan, Ava jadi kasihan. "Udah lama kalau nggak makan sama kamu, terakhir kali kemarin dan kemarinnya lagi." Asal Elang menjawab. Ava mengerling. Dia lalu meletakkan lauknya di piring makan sang paman. "Jujur, aku kenyang." Elang senyum. Dengan senang hati melahap lauk yang Ava letakkan. Malah dia meraih piring Ava, dihabiskan. "Sayang—" "Sayang?" Elang kelepasan. Ya, tetapi tidak apa-apalah. "Iya, Sayang. Tolong deketin tisunya. Mas minta." "Ih, Om Elang. Terus apa bedanya pas kita belum pisah sama yang sekarang kalau masih sayang-sayangan?" "Kan, cuma

