49 | Merajuk

1121 Words

Sampai hari ini, telapak tangan itu terus dipandangi. Tangan yang tempo lalu menampar pipi sang putri. Ava memang tidak bersalah atau pantas dirinya tempeleng, tetapi begitu saja tangannya melayang tanpa keraguan. "Pa, sarapan dulu! Habis itu kita ke tempat Gita." Ah, ya. Putrinya Gita dipenjarakan oleh Ava, bahkan dibuat sulit untuk Gita dapat pekerjaan yang mumpuni lagi di bidang desain karena namanya tercoreng setelah pemecatan itu. Dulu Ava tidak seperti ini. Dia anak yang patuh dan tak pernah memberontak. Kenapa sekarang jadi begini? Apa karena bergaul dengan Elang? Padahal Ava membutuhkannya untuk menikah nanti. Tanpanya yang mewalikan, memang Ava bisa apa? Dasar anak itu. Tapi dipikir lagi, bagaimana bisa seorang Kalingga Elang Danuarta menyukai Ava—putrinya? Ini perasaan yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD