48 | Saksi Kunci

1505 Words

"Ava kayaknya izin terus, ya? Kenapa dia? Sakit parahkah?" tanya rekan sedivisi dengan Ava, melihat meja yang biasa Ava tempati kembali kosong. Fatimah melirik meja itu. "Nggak tahu, tuh. Nanti ditanya aja begitu Ava datang. Semoga nggak, ya. Kasihan banget kalau sakit parah." Sementara itu, seperti kenyataan yang ada bahwa hari ini Ava tidak masuk kantor. Ah, belum. Ava izin masuk siang soalnya. Dia sedang ada perlu dan ini tentang almarhumah ibu. Tak ada yang tahu selain Elang, demikian Ava turun dari kuda besi yang Elang perintahkan mengantar Ava. Sebetulnya Ava sempat menolak, mau naik ojek online saja, tetapi Elang kekeh. Dia akan terus khawatir kalau Ava tidak berada dalam jarak pantaunya, konon. Jadi, Ava datang ke kantor polisi bersama sopir dan mobil kiriman Elang. Padahal sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD