Daniel pun menemui satu persatu wanita yang Hye Mi -Mama Daniel- pilihkan namun tak ada satupun dari mereka yang menarik perhatian Daniel karna sangat terlihat kalau mereka hanya wanita matre yang ingin menggoda Daniel dan menginginkan status Menantu Han Sung Corp.
Hari ini adalah hari dimana Daniel akan menemui wanita terakhir yang Hye Mi pilihkan namun sama seperti wanita-wanita sebelumnya, menyombongkan status sosialnya dan langsung menggoda Daniel dengan tidak tau malunya mengajak Daniel ke kamar hotel agar bisa saling mengenal lebih dalam lagi.
Seperti sudah biasa dengan wanita yang menggodanya, Daniel pun permisi pergi ke toilet untuk mencuci tangan setelah wanita itu dengan beraninya memegang tangan Daniel.
Sekembalinya dari toilet, Daniel pun mendengar wanita itu berbicara di telpon dengan seseorang yang tak lain adalah mama wanita itu.
"Ma makasih banyak karna udah ngenalin Mi Na sama Daniel Ma. Kenapa gak dari dulu aja mama ngenalin Daniel ke Mi Na? Daniel ganteng banget ma, seksi, tinggi, cool ditambah kaya raya ma. Pokoknya Mi Na akan membuat Daniel jadi menantu mama. Mama tenang aja ya ma. Mi Na akan membuat Daniel menghamili Mi Na dan tidak akan bisa pergi dari Mi Na. Udah dulu ya ma sepertinya Daniel akan keluar sebentar lagi dari toilet ma"
Mendengarnya membuat Daniel semakin jijik melihat wanita dari keluarga terpandang berkata seperti itu. Wanita itu tak lain adalah anak menteri pertahanan di pemerintahan Korea.
Bagaimana bisa seorang anak menteri berpikiran seperti itu.
Daniel yang tidak ingin agar ini terus berlanjut memilih langsung pergi dari restoran walaupun wanita itu berusaha menghalangi Daniel dengan berbagai macam alasan namun Daniel menolaknya dengan cara yang halus seperti yang Daniel lakukan pada wanita-wanita lainnya yang dipilihkan mamanya agar tidak merusak nama baik mama dan papa nya.
Saat hendak keluar dari restoran dengan rasa kesal, Daniel tiba-tiba tersenyum senang saat berjumpa dengan sahabatnya -Tae Min- yang langsung memeluknya penuh kerinduan.
Daniel dan Tae Min pun melanjutkan reuni berdua mereka dengan makan bersama dan saling bertanya tentang kegiatan sehari-hari setelah hampir dua tahun tidak bertemu karna Tae Min pergi ke Jerman untuk mengelola bisnis ayahnya sebulan sebelum Daniel berangkat ke Amerika. Jadi tidak heran jika Tae Min tidak tau kalau Daniel pernah pergi ke Amerika dengan seorang wanita dan baru kembali ke Korea beberapa bulan terakhir.
Semua pertanyaan Tae Min masuk akal bagi Daniel seperti kegiatannya selama ini, atau apakah hobinya masih sama.
Yah pertanyaan-pertanyaan biasa saat dua orang sahabat sudah lama tidak berjumpa sampai saat Tae Min menanyakan pertanyaan yang menurut Daniel sedikit aneh.
"Bagaimana hubunganmu dengan Yuni sekarang Niel? Apakah Yuni sudah bisa melewati garis itu?" Tanya Tae Min pada Daniel dengan raut wajah penasaran.
"Hubunganku dengan Yuni? Melewari garis? Garis apa yang dimaksud Tae Min?" Batin Daniel dalam hati namun tidak menanyakan langsung pada Tae Min.
Pada kenyataannya sekarang Daniel hanya terdiam memikirkan pertanyaan yang muncul di benaknya.
"Kenapa diam Niel? Aku lagi nanya Niel. Siapa yang ngelewati garis itu duluan ? Apa Yuni Niel? Apa Yuni akhirnya menyatakan perasaannya padamu dan kalian menjadi lebih dari sahabat? Apakah kalian sekarang sedang menjalin hubungan yang serius?" Tanya Tae Min lagi dengan antusias dan sangat penasaran dengan jawaban Daniel.
"Yuni menyatakan perasaannya padaku? Aku dan Yuni yang menjadi lebih dari sahabat? Menjalin hubungan yang serius dengan Yuni?". Banyak sekali pertanyaan muncul dibenak Daniel.
Sampai akhirnya Daniel tersadar dari lamunannya saat Tae Min menyenggol lengannya.
"Kenapa bengong Niel bukannya dijawab pertanyaanku?" Ujar Tae Min dengan sedikit kesal karena Daniel hanya bengong dan tak menjawab pertanyaannya.
"Apa maksud semua perkataanmu ? Aku gak ngerti. Bisakah kamu menjelaskannya padaku?" Tanya Daniel pada Tae Min yang terlihat kaget dan kebingungan.
"Whatttt ? Jadi Yuni belum ngungkapin perasaannya samamu Niel? Serius Niel? Dia tahan perasaan itu selama hampir 3 tahun Niel?" Tanya Tae Min lagi semakin penasaran dan bingung dengan apa yang terjadi pada Daniel dan Yuni selama kepergiannya.
"Perasaan apa yang kamu maksud?" Tanya Daniel semakin penasaran dan tidak mengerti dengan semua perkataan Tae Min
"Ya perasaan cintalah Niel. Masa jadi cowok gak peka banget sih Niel. Percuma aja pinter masa kuliah dan bisa ngembangin Han Sung menjadi lebih maju tapi kalau urusan cinta jadi bego banget Niel. Jadi kalian masih sahabatan sampai sekarang Niel?
OMG... Gila tangguh banget Yuni yah bisa nyembunyiin perasaannya tanpa ketahuan samamu Niel selama 3 tahun ini?" Ujar Tae Min panjang lebar sambil menggelengkan kepalanya pada Daniel sebagai tanda kebegoan Daniel yang tak peka dan ketangguhan Yuni dalam menyembunyikan rasa cintanya.
"Perasaan cinta? Yuni cinta sama aku dan selama ini nyembunyiin perasaannya dariku?" Tanya Daniel pada Tae Min seolah tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Wahh gila, Kamu beneran gak peka nya kebangetan yah Niel. Masa kamu gak ngerasain sih Niel kalau ekspresi Yuni tiba-tiba berubah saat kamu sedang bercanda dengan teman wanitamu yang lain atau saat ada wanita yang menggodamu walaupun kamu selalu menolaknya Niel tapi tetap aja perasaan sedih terpampang nyata di wajah Yuni Niel. Kadang Yuni langsung ijin ke Toilet, kadang Yuni langsung pura-pura sibuk dengan telponnya, dan kadang juga langsung pamit mau pulang. Bahkan aku dan Tae Sung menyadarinya Niel. Masa kamu gak sadar sih Niel" ucap Tae Min panjang lebar menjelaskan pada Daniel.
Deg.
Mendengar penjelasan Tae Min membuat Daniel teringat semua hal itu.
Awalnya Daniel meragukan perkataan Tae Min.
Namun setelah Daniel pikir-pikir Yuni memang berubah saat Daniel dekat atau bersama wanita lain.
Tapi Daniel tidak tau kalau itu semua karna Yuni diam-diam mencintainya. Bahkan Tae Min mengatakan kalau Tae Sung juga menyadarinya. Dan hanya Daniel yang tidak menyadarinya.
"Mengapa saat Tae Sung menyadari kalau Yuni mencintaiku namun tidak mengatakan apa-apa padaku. Lalu bagaimana dengan janji Daniel pada Tae Sung?" Batin Daniel dengan perasaan tak karuan.
Saat mengingat-ingat kejadian lalu membuat Daniel semakin teringat saat itu.
Yah saat itu, satu setengah tahun yang lalu saat Daniel mengenalkan wanita itu lalu mengatakan niatnya untuk pergi ke Amerika bersamanya pada Yuni dan Tae Sung.
Saat itu Yuni langsung pergi ke toilet, setelah beberapa lama tidak kembali juga, Yuni mengirimkan pesan padaku dan Tae Sung kalau sudah pulang kerumah karna ada hal penting yang harus diurus, meninggalkan tasnya yang masih bersama kami lalu meminta Tae Sung untuk mengantarkan kerumah.
Yahh saat itulah tingkah Yuni yang paling aneh menurut Daniel yang membuat Daniel semakin yakin dan percaya dengan perkataan Tae Min kalau memang benar selama ini Yuni mencintainya dalam diam.
"Sejak kapan Yuni mulai menyukaiku? Mengapa Yuni bisa menyukaiku?
Bagaimana Yuni bisa menahan semuanya tanpa memberitahukan padaku?
Bagaimana rasa sakit Yuni saat itu?
Saat aku mengenalkan wanita itu padanya dan saat mengantarkanku di Bandara untuk pergi bersama wanita itu?
Lalu bagaimana perasaan Yuni padaku saat ini?
Apakah Yuni sudah melupakanku dan menemukan cinta yang baru?
Atau Yuni masih mencintaiku dan menungguku kembali?" Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul di benak Daniel saat ini dan hanya satu orang yang bisa menjawab semua pertanyaannya yaitu Yuni, sahabatnya yang mencintainya dalam diam.
Mengetahui itu Daniel pun langsung pergi tanpa lupa berterima kasih pada Tae Min karna sudah mengatakan padanya hal yang tidak diketahuinya dan akan mentraktirnya makan dalam waktu dekat ini.
Sesampainya di Villa, Daniel ingin segera masuk ke kamarnya namun dihalangi oleh sang mama yang sudah menunggunya di ruang tamu.
"Gimana sayang? Apakah kamu menyukai Mi Na? Tanya Hye Mi penuh harap pada Daniel saat menatap wajah Daniel yang terlihat sangat bahagia.
"Enggak ma, Niel gak suka sama wanita itu. Dia perempuan gak bener ma. Masa dia mau ngajak Niel ke hotel dan berkenalan lebih dalam disana ma" Jawabku pada mama yang terlihat sedikit terkejut dan dan kecewa.
"Tapi mama gak usah khawatir. Niel udah dapat kok calon menantu mama. Tapi Niel belum tau ma, dia akan nerima Niel atau enggak. Karna Niel udah pernah menyakitinya ma. Tapi Niel gak sadar kalau Niel nyakitin dia dulu ma. Kalau semua berjalan lancar, Niel akan secepatnya mengenalkannya sama mama jadi mama harus menerimanya dan langsung mempersiapkan operasi mama ya" ucap Daniel pada Hye Mi sambil tersenyum bahagia , tak lupa mengecup pipi sang mama dan berlari menuju kamar.
Melihat Daniel tersenyum sumringah seperti itu setelah sekian lama, membuat Hye Mi merasa sangat bahagia dan berterima kasih pada wanita yang sudah mengembalikan senyum putra kesayangannya itu.
Tiba di kamar, Daniel langsung meminta Young Jin untuk mencari nomor telpon Yuni dan semua hal yang terjadi sama Yuni satu setengah tahun terakhir.
Setelah itu Daniel juga menelpon Kakek nya dan berkata mau menerima tawaran yang kakeknya berikan pada nya satu bulan lalu untuk menjadi Dirut di RS Kang Han, tempat Yuni berada sekarang.
Saat ini Daniel dalam perjalanan ke RS untuk acara pelantikannya sebagai Dirut RS, menggantikan Pamannya yang pensiun.
Dalam perjalanan Young Jin -Sekretaris Pribadi Daniel- memberikan nomor telepon Yuni dan menjelaskan bahwa selama satu setengah tahun terakhir ini, Yuni tidak pernah berpacaran dengan siapapun walaupun banyak pria yang mendekatinya.
Mendengar perkataan Young Jin membuat Daniel tersenyum penuh kebahagian, namun senyum itu perlahan pudar saat Young Jin melanjutkan perkatannya kalau saat ini Yuni sedang dekat dengan Kepala Departemen Psikolog, Kento Yamazaki dan hubungan mereka terlihat sangat dekat sampai beberapa orang percaya bahwa mereka berpacaran walaupun terkadang mereka membantahnya.
Yahh, mendengar bahwa Yuni dekat dengan pria lain membuat mood Daniel yang tadinya bagus karna sangat bersemangat untuk bertemu Yuni berubah menjadi buruk.
Sesampainya di RS Kang Han, Daniel di sambut oleh semua Direktur RS.
Mereka memperkenalkan diri satu persatu dan tak lupa pula memuji Daniel dengan segala macam rayuan dan gombalan seperti Daniel yang sangat tampan , Daniel yang masih muda namun sudah sangat sukses, Daniel yang terkenal sebagai Pengusaha Paling Berpengaruh, Daniel yang terlihat lebih muda dari usia nya.
Daniel mendengarkan mereka menjilatnya seperti itu dan Daniel hanya tersenyum sebagai balasannya. Walaupun menurut Daniel semua yang mereka katakan itu benar.
Mereka mengajak Daniel berkeliling RS, yang langsung disetujui Daniel sebagai kesempatan untuk mencari Yuni.
Setelah berkeliling RS sambil menjelaskan berbagai hal selama berjam-jam namun Daniel tak menemukan Yuni, Daniel hanya menemukan Para Dokter dan Suster baik lelaki maupun perempuan yang berusaha menarik perhatian dan menjilatnya, tak jarang pula ada dokter muda yang terlihat jelas menggodanya yang langsung ditatap dingin oleh Daniel.
Lelah dengan pertunjukan yang ada di RS, membuat Daniel ingin segera pergi dan beristirahat di rumah namun langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita dengan rambut panjang sebahu lebih sedikit berwarna ash brown, bola mata hitam yang indah, hidung yang tak mancung, bibir berwarna pink alami dengan wajah yang terlihat lelah namun tidak mengurangi kecantikannya berdiri seorang diri dengan memakai celana jeans panjang dengan kemeja yang dimasukkan memainkan tasnya dengan cara diputar-putar di Lobby RS.
"Yuni!!" Daniel memanggil namanya sambil berjalan setengah berlari kearahnya dan langsung memeluknya di depan lobby RS yang membuat banyak perhatian tertuju pada mereka karna suara Daniel yang terlalu bersemangat.
Saat membalikkan tubuhnya, Yuni hanya bisa terdiam merasakan pelukan hangat Daniel yang dirindukannya.
Saat Yuni tersadar dari diamnya melihat banyak perhatian tertuju pada mereka membuat Yuni mendorong Daniel menjauh dan segera pergi dengan alasan sibuk.
Melihat Yuni yang pergi begitu saja membuat Daniel sedih namun tidak menyerah.
Yah, Daniel sudah bertekad kalau akan berjuang mendapatkan Yuni.
Jika Yuni masih mencintainya, maka itu akan bagus untuknya namun jika Yuni sudah tidak mencintainya maka Daniel akan buat Yuni mencintainya lagi.
Beberapa saat setelah itu Daniel pun mengirimkan pesan yang cukup panjang pada nama kontak yang tertulis "Yuni Chubby"