FLASHBACK ON~4 Bulan Lalu~
DANIEL POV
"Niel... Daniel... Kang Daniel!!! Seru seseorang meneriakan namaku yang suaranya seperti tak asing bagiku.
Aku terkejut mengetahui Noona berada di sini, tepatnya Resort Pribadi Keluarga di Pulau Jeju.
"Noona?"
"Darimana Noona tau Niel ada disini? Apa pak Woo yang memberitahu Noona? Tanyaku pada Noona yang hanya diam melihatku menyalahkan Pak Woo, Kepala pelayan disini yang mungkin memberitahu keluargaku bahwa aku berada di Resort sekarang.
"Udah salah, pake nyalahin orang. Bukan Pak Woo yang memberitahu Noona tapi Papa. Dan papa yang meminta Noona untuk menjemputmu pulang. Apa yang udah kamu lakukan disini selama 2 bulan terakhir Niel? Kenapa kamu tidak kembali ke rumah kalau sudah ada di Korea? Tidak taukah kamu Niel kalau Mama, Papa, Kakek sangat mengkhawatirkanmu?" Tanya Noona dengan segudang pertanyaan padaku yang masih kebingungan bagaimana papa tau kalau aku berada disini.
"Papa? Bagaimana Papa tau Niel sudah kembali Noona?" Tanyaku pada Noona dengan penuh rasa penasaran.
"Apa kamu lupa papa itu siapa? Hah? Apa yang tidak diketahui papa? Kami sudah mengetahui kamu kembali ke Korea 2 bulan yang lalu tapi kami menunggumu sampai kamu ingin pulang kerumah dengan kemauanmu sendiri. Tapi apa? Sudah 2 bulan kami menunggu tapi kamu tak kunjung pulang kerumah. Kasihan mama menunggumu dirumah. Kami semua juga mengkhawatirkanmu Niel." Ujar Noona padaku dengan sidikit membentak dan menatapku dengan rasa kekhawatiran.
"Khawatir padaku? Apa mereka juga tau soal Yura dan Kang Min?" Batinku yang tidak ingin keluargaku tau soal wanita itu, karena aku tidak ingin merusak hubungan keluargaku dengan keluarga Kang Min.
"Niel gak papa kok Noona, Niel cuma ingin menenangkan diri, menghirup udara segar Pulau Jeju Noona" Ucapku tersenyum sambil berlari pelan menuju Noona dan memeluknya.
"Niel rindu sekali dengan Noona, tidak ada yang bawel di Amerika karna Noona orang paling bawel di dunia" tambahku sambil mengeratkan pelukanku pada Noona.
Aku mendengar Noona menangis terisak sambil membalas pelukanku tak kalah erat.
Noona memang terlihat jutek dan bawel tapi aku tau kalau Noona sangat menyayangi dan mengkhawatirkanku.
"Noona kenapa nangis? Jangan menangis Noona. Udah setahun lebih gak jumpa membuat Noonaku yang galak menjadi Noonaku yang cengeng ya? Ujarku sedikit menggoda Noona yang terlihat sedih.
"Kamu beneran gak papa Niel? Kalau Noona sampai ketemu wanita itu akan Noona cabik-cabik dia Niel lalu akan Noona katakan semua kata-kata mutiara yang Noona punya setelah itu Noona lempar ke kandang ikan piranha Niel. Berani sekali dia menghianati Adik tampan Noona dengan sepupunya sendiri." Ujar Noona padaku sambil melepaskan pelukannya dan mendengus sebal.
Deg.
Aku terkejut bukan main karna keluargaku tau segalanya.
Yah, setahun berada di Amerika membuatku lupa akan kekuasaan keluargaku yang sangat besar di Korea.
"Niel gak papa Noona, beneran." Kataku menyakinkan Noona.
"Kalau gak papa, kenapa gak pulang kerumah? Mama menunggumu Niel." Balas Noona
"Niel belum siap pulang kerumah Noona, nanti Niel juga pulang kerumah kok." Ujarku sambil kembali menyakinkan Noona
"Kapan Niel? Kapan kamu pulang kerumah? Bukannya sudah cukup kami menunggumu selama 2 bulan Niel? Tanya Noona padaku tegas dan menuntut jawaban dariku secepatnya.
"Niel masih belum ingin kembali ke Seoul Noona, Niel masih ingin disini Noona" Balasku lagi.
"Masih ingin disini? Emang kamu disini buat apa Niel? Apa kamu disini membantu Papa mengurusi Perusahan? Apa kamu disini membantu mengurus Resort ? Apa kamu disini ada melakukan hal yang berguna selain uring-uringan mengingat wanita itu?" Ujar Noona sambil meninggikan suaranya padaku.
Yah benar yang Noona katakan, aku disini hanya uring-uringan dan bermalas-malasan saja.
Aku hanya nyaman dengan hidupku sekarang yang tenang dan santai tanpa memikirkan hal-hal lain. Ditambah lagi aku sangat menyukai Laut, karna itulah sekarang aku berada di salah satu Resort Pribadi yang berada di tepi laut.
Memikirkan laut membuatku sangat merindukannya dan dua buah lesung pipinya yang terlihat sangat manis saat tersenyum.
Dia, bagaimana keadaannya sekarang?
Apakah dia sudah memiliki kekasih atau mungkin sudah menikah?
Tapi tidak mungkin jika dia sudah menikah, namun tidak memberi kabar padaku.
Apakah pekerjaannya di RS baik-baik saja?
Memikirkannya membuatku semakin merindukan sahabatku yang manis itu.
"Mama sakit Niel. Mama sangat merindukanmu. Mendengar kabar kalau Yu Ra menghianatimu membuat keadaan Mama makin memburuk dengan tidak mau minum obat Niel. Mama sangat mengkhawatirkanmu." Kata Noona padaku yang membuatku langsung tersadar dari lamunanku yang merindukan sahabat manisku itu.
"Mama sakit apa Noona? Kenapa kalian baru bilang sekarang? Bagaimana keadaan mama Noona? Apakah sakitnya parah Noona?" Balasku pada Noona
Yah. Aku sangat mengkhawatirkan mama ku. Terlalu egois jika aku terus menerus terpuruk dengan kesedihanku dan melupakan keluargaku yang sangat mengkhawatirkanku.
"Kami pun juga baru mengetahuinya belum lama ini Niel. Mama terkena kanker tiroid. Memang tidak berbahaya jika segera dioperasi tapi mama tidak ingin dioperasi. Jadi sekarang mama hanya meminum obat dari dokter. Setelah melakukan pemeriksaan dengan Biopsi tiroid untuk memastikan tumor itu tumor jinak atau ganas. Ternyata tumornya sudah dalam tahap ganas dan kalau tidak segera di operasi dalam 6 bulan kedepan, kemungkinan besar tumornya akan menjadi semakin ganas dan berbahaya Niel. Sekarang ini cuma kamu yang bisa membujuk mama Niel. Papa, Noona dan Kakek sudah membujuknya tapi tidak berhasil" Ujar Noona menjelaskan kondisi mama padaku dan berharap agar aku bisa membujuk mama untuk melalukan operasi sebelum penyakitnya memburuk.
Air mata pun menetes membasahi pipiku tanpa kusadari.
Mendengar keadaan mama membuatku tersadar dan ingin langsung segera kembali ke rumah dan bertemu dengan wanita yang paling kusayangi itu. Wanita yang selalu menjagaku dan memberikan kasih sayang yang melimpah sejakku kecil.
"Ayo Noona, ayo kita pulang dan Niel akan membujuk mama agar mau melakukan operasi secepatnya" Ujarku pada Noona
Aku pun langsung bergegas mengemas semua pakaianku dan kembali ke Seoul hari itu juga.
Namun Noona tidak membawaku kembali ke rumah utama kami di Cheongdamdong melainkan pergi ke Villa di Jung-gu, Incheon.
"Inikan bukan arah mau kerumah Noona. Kita mau pergi kemana Noona? Tanyaku dengan penuh tanda tanya
"Mama sama Papa sedang menunggumu di Vila Incheon, karna kamu tidak ingin kembali ke rumah dulu, papa dan mama tidak ingin memaksamu jadi menyuruh Noona untuk mengajakmu ke Incheon.
Kalau kamu sudah benar-benar niat kembali dan menjalani kehidupanmu seperti biasanya baru kamu bisa pulang ke rumah.
Karna jika kamu pulang ke rumah, semua orang akan tau kalau kamu sudah kembali ke Korea dan akan penasaran bagaimana hubunganmu dengan wanita itu." Ucap Noona memelukku sambil menjelaskan panjang lebar padaku yang terlihat bingung
Yah keluargaku memang seperti ini, mereka sangat menyayangi dan selalu mendukung satu sama lain.
Banyak orang berpikir kalau keluarga chaebol(keluarga konglomerat) seperti kami akan ada perebutan kekuasaan atau saling menjatuhkan satu sama lain. Walaupun mungkin banyak keluarga chaebol yang seperti itu. Tapi tidak dengan keluargaku. Keluargaku saling memahami, menyayangi dan mendukung satu sama lain.
Berkat cinta dan kasih sayang melimpah yang diberikan kedua orang tua padaku dan Noona sejak kecil membuatku dan Noona tumbuh menjadi pribadi yang baik dan tidak merendahkan orang lain dengan melihat status sosialnya.
Kakakku yang memiliki bakat melukis sejak kecil diturunkan dari mama, membuatku yang harus mengambil tanggung jawab meneruskan perusahaan papa.
Yah sebelum aku mengundurkan diri dari jabatanku sebagai CEO satu tahun lalu dan mengikuti wanita itu pergi ke Amerika.
"Niel... Niel sayang" Mama yang sudah menungguku di pintu rumah langsung berlari ke pelukanku saat melihatku turun dari mobil bersama Noona.
"Ya ma, Niel pulang. Maafin Niel ya ma karna udah buat mama khawatir. Maafin Niel karna menjadi anak yang tidak berbakti. Maafin Niel karna.." mama langsung menutup mulutku saat aku ingin mengatakan semua hal yang aku sesali karna sudah membuat seluruh keluargaku khawatir.
Selama di Amerika aku jarang mengubungi Mama, Papa, Kakek dan Noona karna perbedaan waktu antara Korea dan Amerika.
Terkadang aku menghubungi mama tapi tidak ada jawaban karna kemungkinan mama sedang tidur. Begitu juga sebaliknya, mama berusaha menghubungiku tapi aku sedang tidur.
Terkadang mama dan papa juga datang ke Amerika untuk menemuiku tapi hanya sehari atau dua hari karna Papa terlalu sibuk mengurusi perusahaan yang begitu sendirian.
Membuatku merasa sangat menyesal dan berjanji pada diriku sendiri untuk menjadi anak yang lebih baik lagi dan tidak membuat keluargaku mengkhawatirkanku lagi.
"Gak sayang, jangan minta maaf. Niel gak salah apa-apa. Itu karna wanita itu. Wanita itu yang sudah menjauhkan Niel dari kami lalu menghianati Niel. Sudah sayang jangan bahas masa lalu lagi.
Mama sangat bahagia karna Niel sudah kembali dan mama ingin Niel bahagia" Ujar mama sambil mengecup keningku lalu memelukku lagi dengan sangat erat seakan ingin melepaskan semua kerinduan yang ada dihati mama selama ini.
Reuniku dengan keluargaku berlangsung sangat bahagia dan penuh canda tawa.
Tak lama setelahnya kakek pun datang dan melengkapi acara keluarga yang sudah lama tidak terjadi.
Banyak pertanyaan yang mama, papa, kakek dan Noona lontarkan dan aku menjawab semuanya agar bisa menghilangkan kekhawatiran mereka padaku.
Sesekali aku juga bertanya tentang bagaimana kegiatan yang biasa dilakukan keluargaku.
Namun mereka tidak bertanya sama sekali tentang wanita itu, mereka hanya bertanya soal keseharianku, makananku dan apa yang sering kulakukan disana.
Keluargaku memberikanku waktu beberapa bulan untuk menenangkan diri jika belum ingin kembali kerumah. Dan akan menghargai apapun keputusanku.
Apakah aku akan tetap di Incheon atau kembali ke rumah di Cheongdamdong?.
Akhirnya aku pun memutuskan untuk tetap berada di Incheon sampai aku benar-benar siap kembali ke Rumah dan menjalani hidupku dengan penuh kesibukan seperti biasanya.
Saat sore atau malam, keluargaku selalu datang untuk makan malam atau hanya sedekar melihat keadaanku.
3 bulan setelahnya pada sore hari, Mama datang menemuiku ke Incheon dan memberikan amplop kepadaku.
"Apa ini Ma?" Tanyaku yang penuh kebingungan pada mama saat melihat isi amplop tersebut adalah foto-foto wanita yang menurutku cukup cantik.
"Bertemulah dengan mereka satu persatu lalu pilih yang mana yang Niel suka dan mama akan melamar mereka untukmu"
"Apa maksud mama melamar? Niel belum siap nikah ma"
"Kenapa belum siap Niel? Apa Niel masih memikirkan wanita itu? Lupakan dia sayang, dia bukan wanita yang baik untukmu"
"Enggak ma, bukan soal dia, Niel gak mau nikah kalau Niel gak cinta sama dia ma. Gimana bisa Niel menghabiskan hidup Niel dengan wanita yang enggak Niel cinta ma"
"Sayang, mama bukan nyuruh Niel buat nikah sekarang. Mama hanya ingin Niel dapat perempuan yang baik dan setidaknya menjalin hubungan seperti pertunangan. Setelah kalian saling mencintai barulah kalian menikah Niel. Mama juga gak mungkin mau anak mama menikah dengan orang yang gak anak mama cinta dan hidup gak bahagia."
"Ma, Niel akan menemukan sendiri wanita itu nanti ma. Jadi mama gak usah khawatirin Niel dan fokus sama kesehatan mama. Bukannya mama akan segera dioperasi?"
"Enggak, mama gak mau dioperasi sebelum kamu mengenalkan calon istrimu pada mama dan menggelar acara pertunangan dengan wanita yang Niel pilih"
"Ma, jangan seperti ini dong ma, semua khawatir dengan kesehatan mama."
"Kalau gitu Niel maukan menemui wanita itu satu persatu dan memilih yang Niek suka? Setelah itu mama akan rutin minum obat dan segera setelah Niel tunangan, mama akan langsung dioperasi Niel"
"Baiklah ma, Niel akan menemui mereka satu persatu Ma asalkan mama rutin minum obatnya"
"Iyaa sayang, mama akan rutin minum obatnya. Makasih ya sayang sudah mau nurutin kemauan mama."
"Iya ma, tapi mama janji loh rutin minum obatnya dan akan menerima wanita yang Niel pilih nanti ma"
"Iyaa ganteng, mama akan rutin minum obatnya dan mama akan menerima wanita yang Niel pilih selama itu wanita yang baik buat Niel"
FLASHBACK OFF