DANIEL POV
Saat ini aku sedang bersiap-siap untuk acara pelantikanku menjadi Direktur Utama yang baru di RS KangHan, yang selama ini dipegang oleh kakekku.
Aku segera turun untuk sarapan bersama keluargaku.
Papa, mama dan Noona terlihat sangat bahagia melihatku yang sudah kembali kerumah.
"Ayo sayang, kita sarapan dulu. Sudah lama kita tidak sarapan bersama. Mama sudah membuatkan makanan kesukaan Niel, Samgyetang" Ucap mama yang menunggu ditangga lalu memelukku erat dengan penuh kerinduan.
"Ayo ma, Niel juga sangat merindukan samgyetang buatan mama" Ucapku yang langsung membalas pelukan mama tak kalah erat sambil menuntun mama ke meja makan karna mama tak melepaskan pelukkannya padaku.
Melihat aku dan mama yang berjalan ke meja makan sambil berpelukan erat. Papa pun berdiri dari kursinya dan berjalan kearahku langsung memelukku dan mama tak kalah erat.
"Udah deh acara peluk-pelukannya ma, pa, Niel. Da Mi harus berangkat ma bentar lagi. Nanti Da Mi telat" ucap Noona yang sudah duduk di meja makan sambil menungguku dan terlihat mendengus sebal melihat acara peluk-pelukan yang tak kunjung selesai.
"Kan gak papa sih sayang kalau telat sekali-sekali kan kamu Pemilik Galery nya. Lagian kamu gak kangen apa sama adikmu yang baru kembali ke rumah?" Tanya mama pada Noona karna Noona yang terlihat sedikit kesal
"Ya emang kenapa kalau Da Mi enggak mau telat ma, Da Mi kan harus jadi contoh yang baik untuk semua karyawan Da Mi, kalau Bos nya aja gak pernah telat masa karyawannya berani telat ma. Dan Juga kalau Da Mi kerja malas-malasan dan sering telat bisa ditendang Da Mi dari galery sama Kakek dan menyuruh Da Mi buat ngurusin perusahaan ma. Emang mama mau gitu?
Lagian kenapa Da Mi harus kangen sama Niel ma? Enggak Ma, Da Mi gak kangen sama Niel, orang hampir setiap hari Da Mi jumpa sama Niel ma, bukannya kangen, malah bosen ma.
Niel emang baru pulang kerumah semalam tapi mama kan udah jumpa sama Niel dari 4 bulan lalu ma , gak bosen apa ma?
Acara peluk-pelukannya udah berlangsung selama 4 bulan loh ma, Da Mi aja eneg ma lihatnya" Ucap Noona panjang lebar pada mama yang langsung membuat kami semua tertawa geli lalu Noona langsung berdiri menarik kami semua untuk duduk ke meja makan.
Yahh. Aku sudah kembali ke Korea 6 bulan yang lalu tapi aku tidak langsung kembali ke rumah melainkan pergi ke Pulau Jeju, tempatku menyembuhkan luka yang disebabkan oleh Yu Ra, mantan kekasihku yang menghianatiku dengan menjalin kasih bersama sepupuku sendiri.
Awalnya aku tidak memberitahu siapapun mengenai kembalinya aku ke Korea, namun Papa mengetahuinya.
Aku sempat lupa kalau papa adalah pria yang tahu segala hal. Koneksi papa yang luar biasa kadang membuatku merinding dan takut karna papa mengetahui segala hal termasuk perselingkuhan Yu Ra dengan Kang Min.
Papa -Kang Han Sung- adalah Owner dari Han Sung Corporation yang bergerak di banyak bidang seperti Kontruksi, Manufaktur, Pariwisata dan Keuangan. Sedangkan Mama -Jung Hye Mi- seorang pelukis yang karya-karyanya terkenal di seluruh dunia namun mama berhenti melukis dan fokus menjadi istri yang baik dengan mensupport dan membantu suaminya dan ibu yang baik untukku dan Noona dengan limpahan kasih sayang dan perhatiannya dalam masa kami tumbuh dewasa.
Noona memiliki bakat melukis yang luar biasa dari mama.
Lalu papa yang mempercayai dan mendukung bakat Noona dalam melukis, membuatkan Noona galery sendiri dan berkembang pesat menjadi salah satu galery terbesar di Korea yang karyanya dihargai dan diminati banyak orang di seluruh dunia dan membuat mama, papa bangga sehingga tidak lagi meminta Noona untuk mengurus perusahaan papa.
Kami semua sudah duduk bersama dan menyatap sarapan buatan mama yang sudah lama kurindukan ini.
Aku pun mencoba dan rasa masakan mama tidak pernah berubah, masih sama seperti yang dulu.
"Gimana sayang?" Tanya mama penasaran setelah melihatku mencicipi Samgyetang buatan mama
"Wahhh Samgyetang buatan mama yang terbaik ma" balasku sambil tersenyum bersemangat menyantap sarapanku dan mengacungkan jempol pada mama yang langsung direspon dengan tatapan bangga dan bahagia yang terlihat jelas di wajah mama.
"Gimana perasaanmu Niel? Udah baikan setelah pulang? Tanya Noona yang terlihat khawatir padaku sambil menyantap sarapannya.
Yah walaupun Noona jutek dan galak pada lelaki tapi aku tau kalau Noona sangat menyayangiku dan khawatir dengan keadaanku yang kembali dari Amerika 6 bulan yang lalu namun tidak langsung pulang kerumah.
"Udah baikan dong Noona, buat apa memikirkan wanita itu lagi, tidak perlu membahasnya lagi Noona" Ucapku pada Noona sambil tersenyum agar semua keluargaku tau kalau aku sudah melupakan Yu Ra.
Aku merasa sangat marah pada Yu Ra karna bukan hanya menghianatiku tapi juga merusak hubunganku dengan sepupuku.
Aku yakin waktu akan membantuku melupakannya dan menyembuhkan luka yang ada dihatiku.
Aku memang sudah melupakan Yu Ra dari hatiku berkat keluargaku yang selalu mendukung, menyemangati dan membantuku lalu memutuskan untuk tidak membencinya lagi.
Yang tersisa di hatiku sekarang hanya rasa penasaran mengapa Yu Ra sampai tega menghianatiku, apalagi dengan sepupuku sendiri.
Apa yang kulakukan untuknya kurang? Aku selalu menuruti semua keinginannya dan selalu berada disisinya. Lalu mengapa dia membalasku seperti ini? batinku
Noona terlihat senang mendengarku sudah melupakan Yu Ra, lalu kembali bertanya.
"Kenapa kamu nurut sama Kakek untuk jadi Dirut di RS Niel? Bukannya kembali jadi CEO di perusahaan? Gak masuk akal kan mantan CEO beralih profesi jadi Dirut RS? tanya Noona penuh selidik karna bingung dengan keputusanku yang mau menjadi Dirut di RS milik kakek.
"Siapa bilang aku gak balik jadi CEO Noona? Jawabku lalu Noona mengernyitkan dahinya menatapku bingung
"Niel akan balik jadi CEO kok Noona , acara pelantikannya minggu depan" sambungku pada Noona
"Kamu bakal jadi CEO Han Sung dan Dirut RS? Apa kamu gak terlalu maksain diri Niel? Jangan bekerja terlalu keras. Emang kamu gak belajar dari Noona yang setahun lalu memegang perusahaan dan galery lalu ambruk karena kelelahan?" Balas Noona yang khawatir padaku.
"Niel gak papa kok Noona, lagian kata kakek gak banyak yang harus dilakuin Dirut RS jadi Niel akan lebih fokus ke perusahaan dan bantuin papa. Jadi Noona gak usah khawatir ok? Kenapa Noona gak fokus aja buat cari jodoh dan kasih mama cucu? Balasku pada Noona yang membuat Noona tersedak dan menyemburkan makanannya kearahku.
Lalu aku dengan sigap mengambil sapu tangan di pangkuanku dan menghalanginya
"Untung aja aku masih sigap seperti dulu. Ihhh noona jorok banget sih pakek nyembur-nyembur segala kayak dukun" ucapku kesal sambil memanggil pelayan untuk membersihkan sisa makanan Noona didepanku.
"Lagian kamu sih pakai bahas nikah-nikah segala. Noona kan udah bilang kalau Noona gak tertarik buat nikah jadi kamu aja sana yang nikah dan kasih mama cucu yang banyak" balas Noona padaku sambil memutar bola matanya dan menjulurkan lidahnya.
"Noona gak mau nikah atau gak ada yang mau nikah sama Noona?" tanyaku sambil menahan tawa membalas ejekan Noona tadi.
"Emang gak ada yang mau sama Noona tapi banyak kok yang mau jadi Menantu Han Sung Corp. Karna itu Noona gak minat nikah dengan pria-pria matrek di luar sana yang modal tampang dan badan doang terus menikmati hidup mewah dari hasil kerja keras papa" Ucap Noona padaku sambil tersenyum kecil.
Ahh aku jadi sedikit menyesal menyingung masalah pernikahan dengan Noona karna kisah percintaan Noona selalu diakhiri dengan kesedihan. Semua pria yang menjadi mantan kekasih Noona bukan karna dia mencintai Noona dengan tulus tapi karena harta keluarga kami.
Banyak yang ngantri buat dapetin hati Kang Da Mi, putri tunggal Owner Han Sung Corporation, namun Noona belum menemukan pria yang mau menerima dan mencintai Noona apa adanya tanpa embel-embel Han Sung Corp. Malah Noona tak percaya jika akan ada pria yang tulus mencintainya.
"Yaudah deh jangan bahas pernikahan lagi Noona. Niel yang akan bertanggung jawab untuk memberi cucu di keluarga kita jadi Noona tenang aja dan bisa melajang seumur hidup Noona walaupun Niel berharap agar Noona bisa menemukan pria yang tulus mencintai Noona dan hidup bahagia dengannya" Ucapku sambil tersenyum manis pada Noona agar Noona bisa melupakan kesedihannya karna mengingat kembali kisah lama.
"Emang ada yang nyangkut dihatimu dari wanita yang dipilihkan mama Niel? Ujar Noona penasaran
"Benarkah Niel kalau ada yang kamu suka dari wanita yang mama pilihkan? Siapa itu Niel? Siapa wanita yang sangat beruntung mendapatkan anak kesayangan mama yang tampan ini, Siapa Niel?" Ucap mama sangat bersemangat sambil menarik kursinya mendekat kearahku lalu memegang tanganku.
"Bukan ma, dia bukan wanita yang mama pilihkan buat Niel. Dia wanita terbaik yang pernah Niel kenal dan Niel yakin kalau Niel akan bahagia bersamanya ma. Jadi Niel akan menepati janji Niel sama mama. Mama jangan khawatir ya dan fokus sama kesehatan mama" Ucapku pada mama.
"Siapa Niel? Siapa wanita itu? Apakah Mama mengenalnya?" Ujar mama yang penasaran dengan jawabanku tadi kalau aku akan menepati janjiku untuk segera menikah agar mama bisa dioperasi secepatnya.