EPISODE SATU

1123 Words
YUNI POV Aku -Yunita Veronika Ningsih- perempuan Indonesia yang datang ke Korea Selatan untuk bekerja 3 setengah tahun yang lalu dengan keinginan bisa membuat masa tua ibuku bahagia. Aku bisa menyelesaikan kuliahku di fakultas kedokteran karna beasiswa dan dukungan ibuku -Sophieana Wahyuni- satu-satunya keluargaku yang tersisa dan alasanku tetap bertahan sampai sekarang setelah kepergian tiba-tiba ayah dan kakak kandungku 10 tahun yang lalu yang membuat hidupku berubah total dari sebelumnya dan menorehkan luka yang teramat dalam di hidupku. Kehilangan dua dari tiga orang yang paling berharga dihidupku membuatku berubah dari anak manja yang selalu dituruti kemauannya menjadi wanita dewasa yang tangguh dan sabar dalam menghadapi semua masalahnya Saat ini aku sedang melihat diriku di cermin. Aku dengan tubuh yang tingginya seadanya yaitu 165 cm termasuk pendek jika dibandingkan dengan wanita korea lainnya,  hidung yang tidak terlalu mancung, kulit putih yang menurutku sudah sama seperti wanita korea pada umumnya karna kulitku sudah menyatu dengan skincare Korea yang membuat kulitku jauh lebih putih daripada saat aku sampai di Korea pertama kali, bibir yang tidak terlalu tipis dengan warna pink alami serta kedua lesung pipi yang terlihat saat aku tersenyum. Menurutku wajahku sangat biasa karena itu aku selalu merasa rendah diri jika menyangkut soal penampilan walaupun Ji Min, sahabat gilaku yang selalu menghiburku hingga aku bisa melupakan luka dihatiku walau hanya sebentar selalu berkata kalau aku adalah wanita yang hampir sempurna di matanya dengan wajahku yang cantik dan senyumku yang manis serta kepribadianku yang rendah hati membuat Ji Min sebagai seorang wanita berkata iri padaku dan berharap agar aku bisa melupakan rasa sakitku, membuka hatiku untuk cinta yang baru dan merasakan keindahan cinta. Ji Min selalu berkata kalau aku adalah dokter paling populer di RS tempatku mengabdikan diri selama 3 setengah tahun terakhir.  Ji Min berkata kalau aku adalah wanita paling manis di dunia dengan dua lesung pipi mempesona yang terlihat saat aku tersenyum. "Jangan terlalu memikirkannya Yun. Lupakanlah dia. Carilah pria lain yang bisa menyembuhkan lukamu. Aku yakin masih banyak pria baik di luar sana yang mengantri untuk mendapatkan hatimu. Karna kamu adalah Dokter Manis RS KangHan" Itulah yang selalu diucapkan Ji Min saat melihatku sedang menatap wajah Daniel di layar HPku. Aku tidak tau bagaimana hidupku tanpa Ji Min, yang sudah kuanggap sebagai kakak kandungku sendiri , yang selalu menghibur dan membuat warna dihidupku Ji Min selalu mengejekku dengan sebutan "Dokter Manis RS KangHan" sebab banyak orang yang memanggilku Dokter Manis saat mereka tidak tau namaku karna dua buah lesung pipi selalu muncul di pipiku saat aku tersenyum.  Walaupun banyak yang mengatakan kalau aku sangat manis saat tersenyum ditambah kepribadianku yang ramah dan supel membuat banyak orang disekitarku berpikir bahwa aku menjalani hidup yang sempurna. Tapi mereka semua tidak tahu kisah hidupku yang menyedihkan. Bagaimana aku bisa dengan susah payah menyelesaikan kuliahku. Bagaimana aku bisa dengan cepat beradaptasi di negara yang sangat asing bagiku. Bagaimana aku bisa mencintai sahabatku -Kang Daniel- yang bisa dikatakan pria sempurna. Pria yang memiliki tubuh tinggi dan berotot, berkulit putih dan bersih , mata indah yang kecoklatan, hidung yang lancip, bibir tipis, dan senyum yang indah dengan lesung pipi di sebelah kananmu ditambah dengan kepribadiannya yang humoris dan ramah membuat wanita manapun meleleh melihatnya. Termasuk aku. Bagaimana aku mengobati luka hatiku saat melihat Daniel pergi dengan kekasihnya satu setengah tahun yang lalu. Dan bagaimana perasaan aneh yang sekarang muncul saat tiba-tiba Daniel kembali dari Amerika dengan membawa luka yang disebabkan oleh mantan kekasihnya lalu dengan gila nya Daniel malah melamarku. Tapi bukankah tidak tepat kalau dia melamarku saat kami baru pertama kali bertemu setelah satu setengah tahun berlalu?  Yahh banyak hal terlintas di pikiranku saat aku mengingat kembali gunjingan dan ejekan para suster dan dokter di RS melihat kedekatanku dengan Daniel tadi sore. Daniel yang tiba-tiba kembali ke Korea dan menjadi Direktur Utama di RS KangHan, tempatku bekerja yang juga merupakan RS milik keluarga Daniel. Daniel yang memiliki penampilan rupawan dengan setelan jas lengkap yang dikenakannya membuat banyak sekali wanita yang berdecak kagum melihatnya. Yahh. Saat itu aku melihat semua orang yang membicaran dan menunjuk pria yang super seksi dan tampan yang menjadi Dirut di RS ku ini. Aku terkejut bukan kepalang melihat Daniel yang menjadi Dirut disini. Dengan segera aku menyembunyikan tubuhku agak dia tidak mengetahui aku yang sedang melihatnya dengan berbagai macam perasaan aneh mengenai kembalinya Daniel yang tiba-tiba. Melihat semua orang berusaha terlihat baik, tak jarang juga para dokter berusaha menampilkan pesonanya dan menyapa Daniel, dengan harapan bisa menaklukkan hatinya. Tanpa berpikir panjang aku langsung menarik Ji Min untuk segera pergi dari sana untuk menghindari Daniel. Lalu saat aku berpikir tidak akan bertemu dengannya hari ini ternyata salah. Daniel memanggil namaku sambil berjalan setengah berlari kearahku dan langsung memelukku di depan lobby RS saat aku hendak pulang ke rumah yang membuat banyak perhatian tertuju pada kami melihat Daniel yang memelukku erat. Yah saat Daniel memelukku, aku langsung melepaskan pelukan setelah melihat orang-orang terus memandang kearah kami. Aku langsung pergi meninggalkan Daniel dengan alasan sibuk lalu menuju kamar mandi untuk menenangkan hatiku yang kacau tak karuan setelah melihat langsung orang yang sangat kurindukan satu setengah tahun terakhir. Saat aku hendak keluar dari kamar mandi, aku mendengar dua dokter sedang membicarakanku dan merendahkanku setelah melihat kejadian Daniel memelukku tadi. Mereka berpikir aku menggoda Daniel dan berusaha menjadi Nyonya Direktur di RS ini. Mereka berkata kalau perempuan murahan sepertiku pasti akan menjalani hidup bahagia dengan menggoda pria tampan dan kaya raya seperti Daniel. Mereka tidak tau bahwa saat melihat Daniel hatiku terasa sangat sakit seperti ada pisau yang menusuk-nusuk hatiku. Yah. Kepergiannya saat itu membuatku hancur untuk kedua kalinya dalam hidupku.  Saat aku hancur untuk pertama kalinya 3 tahun yang lalu, dia datang secara tiba-tiba ke dalam kehidupanku dan menyembuhkan lukaku. Lalu saat dia menghancurkanku satu setengah tahun yang lalu, aku menyembuhkan lukaku sendiri  Aku takut dan tidak membiarkan siapapun datang dan masuk ke dalam kehidupanku lagi. Aku berpikir kalau waktu akan membuatku melupakanmu dan semua rasa sakit yang kurasa saat kamu tiba-tiba kembali masuk ke dalam hidupku yang menjadi bos di tempatku bekerja. Aku berpikir sekarang kalau perasaanku padamu hanya sebagai sahabat wanitamu dan sudah melupakan cinta dalam diamku tapi ternyata aku salah, cinta dalam diamku masih terus berlanjut walau kau tak ada disisiku. Ternyata aku salah mengartikan arti cinta itu.  Cinta itu tak kenal batas waktu, tak kenal tempat dan juga tak mengenal siapa yang mencintai dan siapa yang dicintai. Aku menyadari kalau rasa cintaku masih sangat besar padamu karna aku merasa sangat bahagia melihatmu kembali setelah satu setengah tahun berlalu Aku tidak tau harus bagaimana. Aku melihat jam dinding di kamarku Sudah hampir pukul 2 pagi dan aku belum bisa tidur karna memikirkan lamaran Daniel beberapa jam yang lalu di pantai, tempat kesukaanku untuk melepaskan semua stress dan melupakan sejenak lukaku, angin laut yang seperti memelukku membuatku bisa menenangkan diriku sambil mendengar suara deburan ombak yang seperti melodi indah di telingaku. Lalu aku mengambil Handphone didepanku, melihat jadwal besok pagi Ahhh. Aku lupa kalau jam 9 nanti aku ada jadwal operasi. Aku pun memutuskan untuk tidur, pekerjaanku sangat penting karna menyangkut keselamatan orang lain.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD