Pagi hari yang cerah datang dengan cepat, Yuni pun bangun dari tidurnya setelah mendengar bunyi alarm nya yang terus berdering.
Yuni meraba-raba meja di samping tempat tidurnya untuk mencari ponselnya yang tak henti berdering.
Setelah beberapa saat, Yuni pun menemukannya dan mengambilnya.
Yuni membuka ponsel sambil mengucek matanya, Yuni terkejut bukan main melihat waktu yang tertera di layar ponselnya menunjukkan pukul 8.13 KST dan ada 3 panggilan tidak terjawab dari ibunya.
Yuni tertidur begitu pulas setelah hampir seminggu tidak pulang ke rumah karena banyaknya pekerjaan Yuni.
Setelah menjadi Kepala Departemen Bedah selama 5 bulan terakhir, Yuni menjadi super duper sibuk sehingga Yuni hanya bisa pulang seminggu sekali, itu pun saat RS tidak terlalu banyak pasien.
Biasanya Yuni selalu menelpon ibunya di Indonesia setiap hari, namun sejak menjadi Kepala Departemen, Yuni jarang menghubunginya karena sibuknya Yuni dengan jadwal operasi, pasien rawat jalan, rapat konferensi, makalah penelitian dan hal-hal lainnya yang harus diurusnya.
Namun setidaknya, Yuni berusaha untuk menghubungi ibunya 2 hari sekali karena tidak ingin membuat ibunya khawatir dengannya yang bekerja terlalu keras.
Semalam Yuni tidak menghubunginya padahal berniat menghubunginya karena ibunya pasti tau Yuni habis menangis saat mendengar suara Yuni, dan karena tidak ingin membuat ibunya khawatir jadi Yuni tidak menghubunginya semalam dan memilih hari ini untuk menghubunginya.
Yuni pun berlari menuju kamar mandi, 15 menit kemudian Yuni keluar kamar mandi sambil bersenandung ria.
Tampaknya Yuni sedang mencoba melupakan kejadian semalam bersama Daniel.
Yah,, Yuni memutuskan untuk melupakan kejadian itu dan melanjutkan hidupnya seperti biasanya karena Yuni berpikir kalau Daniel pasti akan menyerah terhadapnya lalu memilih untuk bersama wanita lain.
Karena menurut Yuni tidak ada perbedaan antara dirinya dan wanita lain. Yuni dan wanita lain yang mungkin akan dipilih Daniel nantinya, sama-sama mencintai Daniel namun Daniel tidak mencintai Yuni atau wanita lain itu.
Yuni bahkan berpikir kalau Daniel akan menemukan wanita yang lebih baik darinya dengan latar belakang dan kehidupan sosial yang sama seperti Daniel.
Dengan menggunakan celana panjang keeper cream dengan blouse cream, make up seadanya dan rambut terurai begitu saja, Yuni pun menunggu Kento di ruang tamu rumahnya.
Yuni sedikit bingung, apakah harus memberitahu Kento tentang kejadian semalam atau tidak?
Setelah kembali mengingat kejadian 3 bulan lalu di RS saat pasiennya yang sudah sembuh datang untuk melamar Yuni yang membuat heboh RS karena pasien itu adalah seorang Atlet Taekwondo terkenal yang membuat Kento cemburu gila dan merajuk padanya. Padahal saat itu Yuni langsung menolaknya.
Yuni berpikir karena tidak ingin membuat mood Kento buruk di pagi hari dan Daniel pun sudah menyerah kepadanya, Yuni pun memutuskan untuk tidak mengatakannya pada Kento.
Selagi menunggu di ruang tamu Yuni pun memutuskan untuk melakukan video call dengan ibunya yang dirindukannya.
Karena perbedaan waktu Indonesia dan Korea 13 jam, jadi saat ini sudah malam di Indonesia
"Assalamuaikum Bu" salam Yuni dengan senyum ceria dan lambaian tangan di depan ponselnya
"Waalaikumsalam Sayang" balas Bu Ana dengan senyum tak kalah ceria
"Maaf ya Bu semalam Yuni udah tidur Bu jadi gak angkat telpon Ibu" Ucap Yuni sambil merasa bersalah pada sang ibu.
"Gak pa-pa sayang. Kamu gak lagi di ruangan sayang?" Tanya Bu Ana karena bingung melihat putrinya tidak berada di ruangannya, padahal selama beberapa bulan terakhir saat video call Yuni selalu berada di ruangannya.
"Enggak Bu, Yuni tadi sore pulang ke rumah setelah seminggu gak pulang, dan lagi di ruang tamu nunggu Kento jemput sebentar lagi Bu" ujar Yuni pada sang ibu sambil tersenyum ceria
"Baguslah kalau bisa pulang sayang. Sering-seringlah pulamg kerumah jangan berada di rumah sakit aja. Jangan terlalu banyak bekerja, jangan lupa makan dan jangan lupa 5 waktunya ya sayang." Ucap Bu Ana pada sang putri.
"Iyaa ibuku sayang. Walaupun 5 waktunya agak ponteng kadang-kadang tapi selalu berusaha untuk dijalankan Bu. Ibu udah makan malam? Makan apa Bu?"
"Syukurlah kalau gitu sayang. Udah sayang, tadi Ibu makan ikan lele sambal sama tumis kangkung. Kamu udah sarapan sayang?"
"Wahhhh enak kali Bu. Makanan kesukaan Yuni Bu. Yuni nanti sarapan di Kantin sama Kento Bu"
"Udah lama di Korea masa kesukaannya masih sama sih sayang, ikan lele sama tumis kangkung. Emang makanan di Korea gak ada yang jadi kesukaan kamu sayang?"
"Di Korea banyak makanan enak Bu jadi Yuni suka tapi bukan kesukaan Yuni Bu. Yuni tuh paling suka makan ikan lele sambal dan tumis kangkung karena ibu yang suapin Yuni. Makannya tahun ini Ibu kesini biar makanan Korea jadi makanan kesukaan Yuni Bu setelah Ibu suapi."
"Kamu ingin ibu kesana karena makanan atau karena kamu sibuk sampai gak bisa pulang ke Indonesia sayang?"
"Hehehe ibu tau aja. Sebenernya sih itu juga salah satu alasan Bu karena sepertinya Yuni gak bisa cuti lama tahun ini Bu, terlalu banyak pekerjaan Yuni dan RS pun tidak bisa memberi banyak cuti berturut-turut Bu. 3 tahun terakhirkan Yuni selalu pulang ke Indonesia untuk lebaran Bu, jadi tahun ini Ibu aja ya yang ke Korea sekalian jalan-jalan Bu."
"Iyaa sayang, nanti satu minggu sebelum lebaran ibu datang kesana ya sayang."
"Yeeee, terima kasih ibuku sayang. Ibu memang ibu terbaik di dunia. Yuni sayang kali sama ibu. Kalinya pun dalaaam kali Bu."
"Sama-sama sayang. Ibu yang minta maaf karena membuatmu bekerja sendiri di negeri orang dan membuatmu jadi kepala keluarga di usia yang sangat muda. Maafin ibu ya sayang karena tidak bisa menjadi ibu yang baik untukmu malah menjadi beban. Maafin ibu ya sayang."
"Bu, udah berapa kali Yuni bilang jangan ngomong kayak gitu Bu. Untuk Yuni Ibu itu Ibu terbaik di dunia. Yuni berjuang disini untuk Ibu. Ibu adalah alasan terbesar Yuni bertahan sampai sekarang. Jadi jangan ngomong gitu lagi ya Bu, kalau Ibu ngomong gitu lagi nanti Yuni merajuk seminggu Yuni gak mau vc sama ibu."
"Iya sayang, ibu gak akan ngomong gitu lagi. Terima kasih ya sayang karena terus berjuang untuk Ibu selama ini. Ibu sangat beruntung karena Yuni adalah putri Ibu."
"Terima kasih juga karena Ibu sudah berusaha keras membesarkan Yuni sampai sekarang. Yuni juga sangat beruntung terlahir jadi Putri Ibu. Kalau ada kehidupan mendatang, Yuni mau terlahir jadi putri ibu lagi. Yuni sayang kali sama Ibu."
"Terima kasih ya sayang. Ibu juga sayang kali sama Yuni"
"Ada panggilan dari Kento Bu, sepertinya kento udah di bawah Bu. Yuni berangkat kerja dulu ya Bu. Ibu jangan malam-malam tidurnya."
"Iyaa sayang, bentar lagi Ibu juga tidur. Semangat kerjanya ya sayang. Titip salam buat Kento."
"Iya Bu, Yuni selalu semangat kerjanya. Nanti Yuni sampaikan ya Bu salamnya. Yuni pergi dulu. Assalamualaikum Bu."
"Iya sayang, Waalaikumsalam."
Yuni pun segera mengambil tasnya dan berjalan turun ke lantai bawah, dimana Kento sudah menunggunya.
Yuni pun masuk ke mobil Kento dengan senyum manis khasnya yang menunjukkan kedua buah lesung pipinya saat tersenyum.
Yuni dan Kento pun berbicara sambil kadang tertawa membahas hal-hal sepele yang terjadi.
Hingga tak terasa sudah sampai di RS pukul 10.02 KST.
Yuni dan Kento pun sarapan bersama sambil saling bercengkrama dan tertawa ceria. Dan sesekali menyapa kembali dengan ramah orang-orang yang menyapa mereka.
Banyak dokter junior dan senior yang menyapa mereka yang terlihat sangat serasi saat bersama. Bahkan sebagian orang di RS sudah berpikir kalau mereka berdua memang menjalin hubungan yang membuat banyak dokter junior maupun senior baik laki-laki maupun perempuan patah hati.
3 hari berlalu seperti biasanya bagi Yuni dengan segala aktifitasnya dan kesibukannya.
Walaupun sesekali Yuni memikirkan bagaimana Daniel sekarang karena setelah pelantikan Daniel sebagai Dirut RS, Yuni belum pernah melihat Daniel atau mendengar seseorang menggosipkan dan berbicara tentang Daniel yang luar biasa tampan. Namun pikiran Yuni tentang Daniel itu hilang begitu saja saat Yuni sedang bersama pasien, Ji Min atau Kento.
Sementara keadaan Daniel saat ini sangat memprihatinkan, kesedihan Daniel lebih besar daripada saat Yu Ra menghianatinya dulu.
Mengingat betapa egoisnya Daniel dengan berpikir kalau Yuni pasti akan menerima lamaran Daniel karena selama ini Yuni mencintai Daniel dalam diamnya dan akan terus menunggunya setelah semua rasa sakit yang Daniel berikan padanya.
Meskipun Daniel tidak tau bagaimana perasaan Yuni padanya saat itu, namun Daniel tau rasa sakit dan perihnya karena Daniel juga pernah mengalaminya dulu saat melihat kedekatan Yuni dengan Tae Sung.
Saat ini Daniel hanya mengurung diri di kamarnya tanpa makan dan minum karena sudah 3 hari Daniel tidak keluar dari kamarnya yang membuat keluarganya kembali khawatir.
Daniel terus menerus menyalahkan dirinya sendiri karena tidak menyadari perasaan Yuni padanya malah pergi bersama Yu Ra ke Amerika.
Dulu Daniel berpikir mungkin karena Yu Ra sangat mencintainya, Daniel akan bisa melupakan Yuni dan membalas cinta Yu Ra, namun yang terjadi malah Yu Ra menghianati Daniel dengan sepupunya sebelum Daniel benar-benar mencintai Yu Ra.
Mama, Papa dan Kakek Daniel berusaha membujuknya keluar namun tidak berhasil.
Orang yang sangat dibutuhkan Daniel sekarang adalah Da Mi, sang kakak yang bisa bersikap keras dan menyadarkan Daniel.
Karena itulah Da Mi sekarang berada dalam perjalanan pulang ke rumah dari Bandara Udara Internasional Incheon.
Da Mi langsung kembali ke Korea dengan penerbangan tercepat meskipun pekerjaannya di Inggris belum selesai.
Da Mi sudah mengetahui apa yang terjadi setelah Yuni menceritakan padanya kemarin malam di telpon.
Da Mi tidak menyangka kalau wanita yang akan dilamar Daniel dan yang diceritakan Daniel waktu itu adalah Yuni.
Da Mi tidak tau mengenai apa yang terjadi pada Yuni dan Daniel sebelum Daniel pergi ke Amerika termasuk Yuni yang mencintai Daniel dalam diamnya.
Karena Da Mi dan Yuni baru dekat setelah Daniel ke Amerika dan Da Mi mencoba mengurus berbagai hal yang menyangkut keluarganya termasuk RS Kang Han.
Maskipun Da Mi sudah berjumpa beberapa kali dengan Yuni saat bersama Daniel dan Tae Sung, namun Da Mi dan Yuni baru sangat dekat setelah Daniel pergi lalu Da Mi sering bertemu Yuni di RS dan menjadi sahabat akrab sekarang.
Da Mi merasa kagum pada Yuni melihat ketulusan dan kebaikan hati Yuni pada pasiennya serta merasa cemburu melihat kedekatan Yuni dan Ji Min yang saling memperhatikan dan mengurus satu sama lain.
Da Mi pun dengan gayanya yang kaku meminta bergabung dengan persahabatan mereka dan berjanji akan menjadi sahabat yang baik. Mendengar hal itu, Yuni dan Ji Min pun tertawa terbahak-bahak yang membuat mereka langsung menjadi dekat dengan cepat.