Sesampainya di rumah, Da Mi disambut oleh Mama, Papa dan Kakeknya dengan tatapan penuh kekhawatiran mengenai Daniel.
Da Mi pun meminta keluarganya untuk tidak khawatir dan akan berusaha membujuk Daniel seperti sebelumnya.
"Nielll... Danielll... Buka pintunya Niel. Noona mau bicara Niel."
"Niel gak pa-pa Noona. Jangan khawatirkan Niel."
"Bagaimana mungkin kami gak khawatir Niel, udah 3 hari kamu gak keluar kamar Niel. Buka pintunya baik-baik dan Noona akan berbicara baik-baik, atau Noona akan dobrak pintunya dan Noona akan pakai kekerasan."
Mendengar hal itu, Daniel langsung berlari munuju pintu kamarnya untuk membukanya agar Noona nya bisa masuk baik-baik karena jika tidak maka Daniel akan dirawat di rumah sakit nantinya.
Setelah membuka pintu Daniel pun kembali duduk di sofa nya dan memandang kearah luar melalui jendela kacanya sambil kembali memikirkan kejadian di pantai Eurwangni beberapa hari lalu bersama Yuni.
Tak lama setelah Daniel membuka pintunya, Da Mi pun masuk dan melihat adik kecilnya sedang termenung memikirkan banyak hal.
Da Mi pun berjalan cepat kearah Daniel, berdiri di hadapannya lalu memeluknya erat sambil menepuk-nepuk pundaknya.
Daniel yang kaget terdiam sesaat karena berpikir Noona nya akan memukulnya bukan malah memeluknya erat seperti ini.
Berada dalam pelukan Noonanya selalu membuat Daniel merasa aman dan nyaman.
Da Mi pun menenangkan Daniel dan membujuknya untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padanya, padahal beberapa hari lalu Daniel terlihat sangat bersemangat dan bahagia memikirkan acara lamarannya untuk wanita yang Daniel pilih sebagai istrinya.
Daniel pun menceritakan pada Da Mi semua hal yang terjadi antara Yuni dan Daniel sejak awal sampai akhir sambil menangis terisak.
Da Mi pun menitikan air mata nya jika membayangkan rasa sakit dan perih yang dialami sahabatnya dan adik kesayangannya ini.
Da Mi pun memeluk Daniel semakin erat.
Akhirnya Da Mi mengerti kenapa Yuni belum menerima cinta Kento yang begitu besar padanya, yang membuat banyak wanita lain cemburu dengan perhatian dan perlakuan manis Kento pada Yuni termasuk Da Mi.
Melihat ketulusan cinta Kento pada Yuni membuat Da Mi berpikir kalau masih ada pria baik di luar sana yang mencintai seorang wanita dengan tulus tanpa memandang kelebihan dan kekurangannya.
Da Mi tidak tau bagaimana rasanya cinta seperti itu karena Da Mi sendiri belum pernah merasakannya namun Da Mi tau kalau Yuni adalah wanita yang beruntung bisa dicintai oleh pria sempurna seperti Kento.
Da Mi pun tersadar dari lamunannya saat sudah tidak mendengar suara tangis Daniel lagi dalam pelukannya.
Setelah Daniel tenang, Da Mi pun melepaskan pelukannya lalu duduk disampingnya sambil memegang kedua tangannya.
"Seharusnya kamu tidak langsung melamar Yuni seperti itu Niel. Kamu juga harus melihat bagaimana kehidupannya sekarang. Kan tidak mungkin jika hidupnya masih sama seperti saat kamu meninggalkannya satu setengah tahun yang lalu Niel.
Bukankan akan terlalu egois jika kamu melamarnya di hari kalian pertama bertemu setelah satu setengah tahun berlalu dengan satu keyakinan bahwa Yuni mencintaimu dalam diamnya dulu dan akan terus mencintaimu serta menunggu cintamu?
Satu setengah tahun bukanlah waktu yang sebentar Niel. Itu waktu yang cukup untuk bisa membuat dan melahirkan seorang anak kedunia.
Banyak hal yang terjadi dalam hidup Yuni selama periode itu termasuk suka dukanya, tangis tawanya, sedih senangnya, dan rasa sakit yang harus dilaluinya karena merindukan seseorang yang dicintainya.
Selama periode itu juga banyak yang menyatakan cintanya pada Yuni karena Yuni adalah wanita yang luar biasa dan langsung ditolak oleh Yuni dengan cara yang halus agar tidak menyakiti perasaan mereka yang mencintai Yuni.
Walaupun jika benar Yuni masih mencintaimu sampai sekarang, tapi ada hati yang harus Yuni jaga saat ini. Hati pria yang selalu mencintai Yuni selama satu tahun terakhir Niel."
"Bagaimana Noona tau begitu banyak hal tentang Yuni?"
"Noona dan Yuni adalah sahabat baik sejak satu tahun terakhir. Noona selalu menghabiskan waktu luang Noona dengan Yuni dan Ji Min Niel."
Da Mi pun menceritakan semuanya kepada Daniel tentang Yuni yang Da Mi ketahui.
Termasuk perjuangan Yuni menolong dan menyembuhkan pasiennya dengan penuh ketulusan yang membuat Da Mi kagum padanya, kesibukan Yuni setelah menjadi Kepala Departemen, persahabatannya dengan Da Mi dan Ji Min serta kedekatannya dengan Kento, pria yang Yuni jaga hati nya saat ini.
Daniel pun terkejut luar biasa dengan cerita Noona nya barusan. Daniel pun akhirnya mengerti bagaimana Yuni bisa mengetahui semua tentang Daniel selama ini. Itu semua karena Noona nya yang selalu bercerita tentang Daniel pada Yuni.
Namun Daniel kembali merasa sedih mengingat Noona nya dan pria bernama Kento itu bisa menghabiskan banyak waktu dengan Yuni sedangkan Daniel malah pergi dengan wanita lain ke luar negeri.
"Selama satu tahun terakhir, apakah kamu tau berapa kali Yuni menolak Kento sebelum akhirnya Yuni memutuskan untuk mencoba membuka hatinya Niel?" Tanya Da Mi pada Daniel yang masih merasa sedih
"Berapa kali Noona?" Tanya balik Daniel pada Da Mi sambil menahan napas penasaran karena tidak tau jawabannya. Daniel berpikir mungkin dua atau tiga kali.
"Banyak kali sampai tak terhitung jumlahnya Niel." Jawab Da Mi yang langsung membuat Daniel tertawa terbahak-bahak
Sementara di luar pintu, Mama, papa dan kakek Daniel begitu senang bisa mendengar tawa Daniel setelah beberapa hari tidak mendengarnya.
"Tapi Kento tidak menyerah bahkan setelah Yuni menolaknya banyak kali. Kento terus berjuang mendapatkan hati Yuni walaupun hatinya terus menerus merasa sakit akibat penolakan Yuni. Namun rasa cinta Kento pada Yuni lebih besar dari rasa sakit yang dirasakan Kento karena penolakan Yuni Niel. Karena Kento tau kalau Yuni adalah wanita yang sangat pantas diperjuangkan.
Kamu yang baru sekali di tolak Yuni bukankah harus berjuang lebih keras mendapatkan hatinya kembali?
Apakah kamu tidak berpikir kalau alasan Kento belum bisa mendapatkan hati Yuni karena sudah ada seseorang yang menempati hati Yuni dari dulu hingga sekarang?"
Daniel pun bingung, terdiam, berpikir sejenak sambil menaikan kedua buah alisnya dan menggigit bibir bawahnya.
Melihat Daniel yang bingung membuat Da Mi frustasi dengan ketidak pekaan Daniel dalam urusan cinta walaupun Da Mi bukan pakar cinta namun Da Mi bisa langsung menebaknya.
"Astagaaa Niel. Kamu yakin selalu juara satu di kampus dulu karena otakmu Niel? Bukan karena Mama dan Papa membeli gelar itu untukmu?"
"Ihhh enak aja Noona. Ya enggaklah Noona. Niel itu selalu juara satu di kampus dan bisa ngembangin Han Sung Corp. lebih maju ya karena Niel yang pintar dan cerdiklah Noona."
"Ohh jadi kalau gitu, kamu hanya begitu bodoh saat berurusan tentang Cinta?"
Daniel pun hanya terdiam, tidak bisa membantah perkataan Noona nya karena memang benar Daniel begitu tidak peka jika tentang urusan perasaan.
Karena frustasi dengan kebodohan adik tampannya soal urusan cinta, Da Mi pun memberitahukan Daniel jawabannya.
"Ya pria yang ada di hati Yuni selama ini dari dulu sampai sekarang ya Kamu Niel. Kan pria yang dekat dengan Yuni dari dulu hanya kamu dan Tae Sung. Jadi jika Yuni masih mencintai orang yang sudah dicintainya dari dulu ya itu kamu Niel. Oohhhh My God bego nya adik tampan Noona yang satu ini."
Mendengar perkataan Noona nya membuat senyum sumringah terbit di wajah tampan Daniel yang membuat kadar ketampanannya naik 1000%.
"Seperti Kento yang terus berjuang mendapatkan hati Yuni, kamu juga harus berjuang agar Yuni tidak mendepakmu dari hatinya Niel. Teruslah berjuang keras sampai Yuni berpikir bahwa mencintaimu dari dulu hingga sekarang bukanlah suatu kesalahan melainkan sebuah keajaiban yang luar bisa.
Jangan pernah menyerah sampai Yuni sah menjadi Istri seseorang. Karena kita tidak tau seseorang itu Kamu, Kento atau bahkan orang lain. Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di masa mendatang. Sekarang ini kita hanya harus berjuang keras dan tidak menyerah dengan rintangan yang ada.
Jika kamu sudah berjuang keras dan hasilnya tidak seperti yang kamu inginkan maka kamu harus merelakannya karena kamu sudah berjuang keras dan tidak menyerah berarti takdirmu memang bukan bersama Yuni."
Mendengar perkataan Noona nya yang bijak membuat Daniel bersemangat kembali.
"Waahhhhh menjadi sahabat Yuni membuat Noona menjadi wanita yang lebih bijak ya Noona."
"Ihhhhhh enak aja kamu Niel. Noona emang udah bijak dari lahir Niel."
Kali ini Daniel akan berjuang sekuat tenaga nya dan tidak akan menyerah seperti yang dilakukannya sebelumnya.Meskipun Yuni akan menolaknya berkali-kali nantinya namun Daniel sudah bertekad kalau Daniel gak akan menyerah sampai Yuni sah menjadi Istri nya nanti.
"Terima kasih Noona karena selalu ada untuk Niel saat Niel terpuruk dan bersedih. Niel sangat beruntung bisa memiliki Noona. Niel sayang Noona." Ucap Daniel sambil memeluk dan mencium pipi Da Mi lalu berjalan dengan senyum ceria di wajahnya untuk keluar dan makan malam karena cacing di perut Daniel sudah demo sejak 2 hari lalu.
"Itulah gunanya seorang Noona Niel. Noona akan mencoba menjadi Noona yang baik untukmu Niel. Bukankah dulu kamu lebih menderita karena menghibur dan menenangkan Noona untuk melupakan laki-laki b******k yang hanya mengejar harta keluarga kita Niel. Jadi sekarang saatnya Noona melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan dulu Niel." Lirih Da Mi sedih mengingat kembali semua kisah cintanya yang menyedihkan namun tak lama sedih berubah menjadi bahagia melihat adik kesayangannya sudah kembali tersenyum bahagia.
Melihat Daniel keluar dengan senyum sumringah membuat Hye Mi sangat bahagia. Hye Mi pun langsung memeluk erat putranya yang tampan itu. Daniel pun membalas pelukan sang mama tak kalah erat.
"Maafin Niel ya Ma, Pa, Kek karena sudah membuat kalian khawatir. Sekarang Niel udah gak pa-pa dan kita harus menghentikan demo cacing-cacing di perut Niel ma, Niel merasa sangat lapar sekali ma."
Mama, Papa dan Kakeknya tertawa mendengar perkataan Daniel lalu langsung menarik Daniel untuk menghentikan aksi demo cacing di perutnya.Makan Malam keluarga Kang pun berlangsung dengan tawa bahagia seperti biasanya karena Daniel sudah kembali ceria.
Daniel pun memutuskan pergi ke RS untuk menyelesaikan semua pekerjaannya yang tertunda selama beberapa hari terakhir. Dan Daniel juga memutuskan untuk meminta maaf pada Yuni karena keegoisan sikapnya dengan berpikir kalau Yuni pasti akan menerima lamarannya.
Tidak peduli sekarang Yuni masih mencintainya atau tidak, yang jelas Daniel akan berjuang sampai Yuni mengatakan "Yes" pada lamarannya nanti. Meskipun tidak akan mudah bagi Daniel harus bersaing dengan pria yang selalu memperlakukan Yuni dengan baik saat dirinya tak ada.
Namun Daniel tidak akan menyerah kali ini. Walaupun harus merasakan sakit akibat penolakan Yuni nantinya namun Daniel tidak akan menyerah dan terus berjuang agar Yuni tidak mendepak Daniel dari hatinya dan pada akhirnya memilih Daniel untuk mendampingi hidupnya.
Jika bisa bersama dengan Yuni dan menjadi pendamping Yuni selama sisa hidupnya, Daniel siap dengan semua rasa sakit dan perih yang akan diterimanya nanti saat berjuang untuk mendapatkan hati Yuni kembali