Bab 21 Wanita Kejam dan Tidak Berperasaan

1839 Words

"Kenapa berdiri saja di situ? Ayo, cepat, perkenalkan dirimu!" tegur manajer yang membawa Yana ke ruangan VIP tersebut. Yana menyiapkan dirinya dengan gugup. Dia mencoba mengalihkan fokusnya dari Kafka yang duduk di tengah sofa. "Selamat malam, Tuan-Tuan. Perkenalkan, saya adalah Yana Jazada. Walaupun saya tidak bisa minum, tapi apapun bisa saya lakukan selama bisa membuat kalian semua di ruangan ini merasa puas dan terhibur." Mendengar perkataannya, Kafka mendengus dingin, terkekeh dengan nada sangat mengejek. Yana mengerutkan kening. Dia pasti sedang menghinanya gara-gara insiden tantangan minum alkohol beberapa waktu lalu. Jika mau jujur, kalau bukan karena terdesak uang dan dipermalukan di hadapan banyak orang, dia tidak akan impulsif menerima tantangan itu. Tapi, sekarang berbed

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD